"Kami akan berusaha secepat mungkin untuk membereskan pengolahan air limbah. Kita sudah tugaskan Jakpro untuk PAL sama itu (PAM) digabung, sehingga pengolahan air itu sekaligus betul-betul nggak boleh hanya ngambil terus dibuang. Seluruh dunia rata-rata begitu," kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (30/9/2015).
"Kalau kita sudah dapat poinnya, kita akan gabungkan. Ini akan kerja lebih baik," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahok meminta agar warga Jakarta yang terkena mengalami kekurangan air bersih untuk bersabar. Pasalnya, alat pengelolaan air yang dimilikinya belum lengkap. Dia mencontohkan, seperti inseminator yang tidak ada sedangkan kebutuhan air bersih yang harus dipenuhi di Ibu Kota jumlahnya mencapai kurang lebih 15 juta jiwa.
"Jadi Anda maklum saja Jakarta hingga saat ini belum punya inseminator. Pengolahan air limbah di bawah lima persen, padahal kota dihuni hampir 15 juta orang. Jadi bisa bayangkan seperti apa kota Jakarta. Ya Anda harus sabar," kata Ahok.
Ahok juga sempat bercerita di perumahan tempat dia tinggal saja saat ini kekurangan air bersih. Sehingga, dia pun harus membeli air bersih sendiri.
Ahok berharap di bawah PT Jakpro penggabungan 2 operator tersebut bisa terealisasi dengan cepat. "Memang nggak ada pilihan, rumah saya saja nggak ada air bersih. Saya mesti beli padahal air laut melimpah. Kita sudah ganti dirutnya PAM, kita harap dengan Jakpro ini dapat segera diselesaikan," pungkasnya. (aws/aan)











































