Cegah Kekeringan, Ahok Ingin Palyja-Aetra Olah Air Limbah Jadi Air Bersih

Cegah Kekeringan, Ahok Ingin Palyja-Aetra Olah Air Limbah Jadi Air Bersih

Ayunda Windyastuti Savitri - detikNews
Jumat, 25 Sep 2015 13:37 WIB
Cegah Kekeringan, Ahok Ingin Palyja-Aetra Olah Air Limbah Jadi Air Bersih
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) berwacana ingin menggabungkan operator pengelola air bersih, Palyja dengan pengelola air limbah. Hal ini dimaksud untuk dapat mengurangi dampak kekeringan di Ibu Kota.

"Tadi pagi baru rapat dengan Palyja, saya mau gabung palyja dan air limbah. Saya ini orang tambang, kalau kamu gali nambang ambil air nggak diputar balik, air tambangnya lubang berapa besar pun habis airnya," kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (25/9/2015).

"Jadi hari ini kenapa sumber air kita mahal dan terbatas? Ini air limbahnya dibuang, ambil air bersih. Di seluruh dunia tuh air limbah diputar balik jadi air bersih," lanjutnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menueut Ahok pengelolaan air limbah menjadi air bersih perlu dikembangkan mengingat debit air tidak lagi melimpah seperti dulu. Sehingga saat kemarau melanda, warga Ibu Kota tidak sampai mengalami kekeringan nantinya.

Oleh karenanya, Ahok pun menegaskan pihaknya harus dapat menguasai terlebih dulu PAM Jaya yang dioperatori Palyja dan Aetra dalam waktu dekat. Dia pun meminta kedua operator air bersih itu diskusi terlebih dulu pada Oktober 2015.

"Kita bikin workshop dulu lah awal bulan Oktober ini jangan sampai saya disalahin lagi, suruh berdebat dulu saja (mereka) karena di dunia sudah ada modelnya (pengelolaan air limbah jadi air bersih). Banyak orang pintar di Jakarta," tutup Ahok. (aws/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads