"Tadi pagi baru rapat dengan Palyja, saya mau gabung palyja dan air limbah. Saya ini orang tambang, kalau kamu gali nambang ambil air nggak diputar balik, air tambangnya lubang berapa besar pun habis airnya," kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (25/9/2015).
"Jadi hari ini kenapa sumber air kita mahal dan terbatas? Ini air limbahnya dibuang, ambil air bersih. Di seluruh dunia tuh air limbah diputar balik jadi air bersih," lanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karenanya, Ahok pun menegaskan pihaknya harus dapat menguasai terlebih dulu PAM Jaya yang dioperatori Palyja dan Aetra dalam waktu dekat. Dia pun meminta kedua operator air bersih itu diskusi terlebih dulu pada Oktober 2015.
"Kita bikin workshop dulu lah awal bulan Oktober ini jangan sampai saya disalahin lagi, suruh berdebat dulu saja (mereka) karena di dunia sudah ada modelnya (pengelolaan air limbah jadi air bersih). Banyak orang pintar di Jakarta," tutup Ahok. (aws/rvk)











































