Diawasi Polisi, Beberapa SPBU Tak Langsung Naikkan Harga
Selasa, 01 Mar 2005 00:46 WIB
Jakarta - Beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jakarta tak langsung menyesuaikan harga penjualan dengan harga baru setelah pukul 00.00, Selasa (1/3/2005). Hal ini atas permintaan polisi untuk mencegah terjadinya protes dari calon pembeli yang sudah mengantre."Biarkan habis antrean mobil agar tidak ada gejolak," kata seorang petugas kepolisian kepada petugas SPBU di Semanggi dari arah Bundaran Hotel Indonesia menuju Blok M, Jalan Sudirman, Jakarta.Ketika itu, sekitar pukul 00.10, memang masih terlihat sisa antrean dari pengendara mobil yang sudah mengantri sebelum batas waktu harga baru itu berlaku. Sejak 1 Maret premium naik 32 persen dari Rp 1.810 menjadi Rp 2.400 per liter, sedang solar naik 27 persen dari harga Rp 1.650 menjadi Rp 2.100 per liter.Nah, ketika petugas SPBU terlihat hendak menyetel mesin pompa untuk menyesuaikan harga dengan keputusan pemerintah, polisi yang bertugas di SPBU itu melarangnya. Menjelang kenaikan BBM ini setiap SPBU memang dijaga aparat kepolisian.Mulai sekitar pukul 00.30 WIB, ketika sisa pengantre sudah habis, baru harga disesuaikan dengan harga baru.Antrean kendaraan sendiri sudah mulai berkurang sekitar pukul 23.00 WIB. Berdasarkan pengamatan detikcom di empat SPBU di Jalan KS Tubun, Jalan Pejompongan, serta dua SPBU di Semanggi, antrean hanya tinggal lima atau enam kendaraan.Meski tidak banyak yang mengantri, beberapa aparat kepolisian masih terlihat berjaga-jaga mengawasi hilir mudiknya kendaraan yang ingin mengisi bahan bakar.
(gtp/)











































