Putri Rita, Santika (24) mengatakan terakhir berkomunikasi dengan ibunya lewat SMS hari Kamis (24/9) lalu sebelum Rita menuju ke Mina. Kala itu Rita mengirim pesan "Sedang di muszdalifah, antri bus ke mina, doakan nak," dan diterima pukul 05.17 WIB.
"Itu hari Kamis sebelum persis kejadian. Mama memang selalu kirim pesan setiap Subuh," kata Santika saat ditemui di rumahnya, Senin (28/9/2015).
Sejak musibah terjadi, keluarga tidak tahu di mana Rita berada. Santika berusaha mencari tahu lewat Kemenag dan menghubungi tetangganya yang juga menunaikan ibadah haji.
"Saya kontak sama pak Ahmad Sahid (tetangga). Kalau Kemenag pasti jawabannya diminta tunggu," ujar Santika sambil memperlihatkan foto ibunya.
Putri Rita Saadah, Santika (Foto: Angling Adhitya P/detikcom) |
"Katanya dirawat di rumah sakit, tapi belum pernah ketemu," pungkasnya.
Ia sangat berharap ada kabar baik dari ibunya. Menurutnya bisa saja Rita langsung ke hotel setelah tawaf dan tidak kembali ke maktab sehingga diduga hilang.
"Kita hanya bisa berharap semoga mama saya belum ditemukan itu tersasar atau sudah kembali ke hotel, tidak ke maktab. Kami berharap mama sehat dan bisa balik ke sini," kata Santika yang mulai menangis.
Sementara itu staf Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag Kota Semarang, Tantowi Jauhari mengatakan secara resmi ada enam jemaah haji asal Semarang yang tidak diketahui kabarnya. Namun salah satunya yaitu Sugeng Triyanto sudah dikabarkan tewas oleh putranya, Aditya yang melihat ayahnya tewas. Meski demikian hingga kini jenazah Sugeng belum diketahui keberadaannya sehingga masuk dalam daftar yang belum ditemukan.
Selain Sugeng, lima orang lainnya adalah:
1. Khafsoh Maktub Ilyas (Perempuan. 45 th ; B0877967)
2. Rita Saadah (Perempuan; 48 th; B 0876430)
3. Ahmat Khalimin Sambudi (Laki; 49 th; B0877075)
4. Suimah Khasan kKusman (Perempuan; 64 th B0877824)
5. Hadi Murti Wibisono (Laki; 82 th; B1105098)
"Bu Khafsoh itu petugas TPIHI. Sampai sekarang belum diketahui keberadaannya. Untuk korban tewas dari Kota Semarang, yang resmi ada dua orang," terang Tantowi.
Tantowi menjelaskan, semua jemaah yang dikabarkan hilang dan tewas berada dalam kloter yang sama yaitu kloter 62 embarkasi Solo. Menurut Tantowi, peristiwa tragedi Mina juga terjadi di dekat tenda maktab nomor 14.
"Posisi Kloter 62, dari Maktab berdekatan dengan jalan yang kasus Mina itu, maktab nomor 14. Jemaah lain aman karena ada di tengah maktabnya," tandas Tantowi. (alg/try)












































Putri Rita Saadah, Santika (Foto: Angling Adhitya P/detikcom)