Selain Dikepung Asap, Warga Pontianak Juga Terpaksa Gunakan Air Asin

Selain Dikepung Asap, Warga Pontianak Juga Terpaksa Gunakan Air Asin

Adi Putro - detikNews
Minggu, 27 Sep 2015 16:43 WIB
Selain Dikepung Asap, Warga Pontianak Juga Terpaksa Gunakan Air Asin
Kabut asap di Pontianak (Foto: Adi Putro/detikcom)
Pontianak - Tak cuma kemarau panjang dan kabut asap, warga Pontianak, Kalimantan Barat, juga mengalami krisis air bersih. Mereka terpaksa menggunakan air asin untuk kegiatan sehari-hari.

"Kalau lama tidak turun hujan di daerah hulu, biar hujan sebentar di Pontianak, maka air sungai Kapuas di Pontianak akan terasa asin," kataΒ  Wali Kota Pontianak, Sutarmidji kepada detikcom, Minggu (27/9/2015)

Sumber air baku PDAM Kota Pontianak yang mengandalkan air sungai Kapuas ikut terkena dampak intrusi air laut ini (pergerakan air asin ke akuifer air tawar yang dapat mengkontaminasi sumber air minum). Meski terasa asin, PDAM tetap menyalurkan air 'jernih' terasa asin ke ribuan pelanggannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Krisis air bersih yang terjadi sejak 2 bulan belakang ini membuat antrean pengisian air PDAM Kota Pontianak di kompleks Stadion Sultan Syarif Abdurahman membeludak. Sejak pagi, puluhan kendaraan jenis bak terbuka dari truk hingga pick up antre untuk mengisi air yang akan dijual kembali kepada warga yang memesan air bersih.

"Sekarang air sudah asin, kalau yang air tawar harganya lebih mahal karena isinya harus ke tugboat di Sungai Andong. Air tawar agak mahal harganya dua kubik Rp 240.000," kata Dhiyan, tukang jasa pengiriman air bersih.

Dhiyan mengaku kewalahan memenuhi permintaan pelanggan yang mulai meningkat sejak tiga pekan ini. "Kalau pesan mendadak, saya tidak bisa antar sekarang, kecuali pesan lebih awal, minimal sehari sebelumnya, harga tergantung jarak juga," ujarnya yang sehari bisa mengantar ke lebih dari 10 pelanggan ini

Untuk mengatasi krisis air setiap musim kemarau ini, Pemerintah Kota Pontianak berencana menjadikan Sungai Jawi sebagai bahan baku air PDAM. Pemkot Pontianak menjalin kerja sama dengan Oasen, perusahaan air minum dari Belanda, untuk melakukan studi kelayakan Sungai Jawi sebagai air baku PDAM. Oasen mengutus dua orang ahli yakni Sverre dan Michael dari Wageningen University untuk melakukan penelitian terkait kelayakan Sungai Jawi sebagai air baku.

Sungai Jawi alternatif sumber baku air PDAM Pontianak (Foto: Adi Putro/detikcom)


Selain air bersih, cuaca di Pontianak kian memburuk karena kabut asap. Bahkan sejak pagi dan sore hari, matahari tak kelihatan. Jarak pandang di bawah 100 meter dan kategori pencemaran udara sangat berbahaya bagi kesehatan. Namun aktivitas warga Pontianak tetap berjalan normal, meski mereka risih setiap keluar rumah harus menggunakan masker. (slm/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads