Hewan kurban yang dibagikan berupa seekor sapi. Hadir dalam acara pembagian kurban tersebut Irwasda Polda Metro Jaya Kombes Didit Prabowo, Kapolres Jakarta Pusat Kombes Hendro Pandowo, Kapolsek Johar Baru Kompol Wiyanto dan tokoh masyarakat setempat.
"Polisi menjadi pengayom bagi masyarakat. Kita mau tunjukkan kalau Polri dekat dengan warga. Mohon manfaatkan hewan kurban ini sebaik-baiknya," kata Didit di Jembatan Besi Johar Baru, Jakarta Pusat, Rabu (23/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hilangkan kekerasan dan tawuran. Johar Baru harus zero tawuran," tegas Hendro.
Sementara itu Ketua RW 02 Johar Baru, Sutijan mengaku lelah dengan tawuran di Johar Baru yang tak kunjung berhenti sejak puluhan tahun yang lalu. Tawuran-tawuran ini menyebabkan masyarakat cemas karena takut menjadi korban dan harta bendanya rusak.
Namun demikian ia mengaku intensitas tawuran di Johar Baru sudah mulai berkurang. Terutama sejak polisi semakin memperbanyak titik penjagaan di Johar Baru.
Usai menyerahkan sapi di Johar Baru, rombongan bergerak ke Menteng Tenggulun untuk membagikan sapi. Kawasan ini juga dikenal kerap tawuran meski intensitasnya tak setinggi Johar Baru.
Tak hanya kepada warga, Polres Jakarta Pusat juga menyumbangkan sapi untuk pihak TNI. Sapi diserahkan ke Kodim di wilayah Jakarta Pusat dan Paspampres. Penyerahan sapi ini dimaksudkan untuk menjaga tali silaturahim antar lembaga.
"Pembagian hewan qurban ini pada pokoknya adalah untuk ibadah. Selain itu juga untuk menjaga soliditas dan kerjasama antar instansi serta mendekatkan polisi dengan masyarakat," tutur Hendro.
(kff/jor)










































