Ini yang Ditakuti Risma-Whisnu di Pilwalkot Surabaya

Ini yang Ditakuti Risma-Whisnu di Pilwalkot Surabaya

Zainal Effendi - detikNews
Senin, 21 Sep 2015 17:33 WIB
Ini yang Ditakuti Risma-Whisnu di Pilwalkot Surabaya
Foto: Dokumentasi PDIP
Jakarta - Menjelang penetapan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya, pasangan Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana diselimuti kekhawatiran. Mereka khawatir duet Rasiyo-Lucy Kurniasari 'kabur' sebelum penetapan bakal calon di Pilwalkot Surabaya.

"Yang saya takutkan (pasangan Rasiyo-Lucy) sebelum penetapan kabur lagi," ujar bakal calon Wakil Walikota Surabaya, Whisnu Sakti Buana pada wartawan, Senin (21/9/2015).

Kekhawatiran Risma-Whisnu terjadi karena sebelumnya pernah ada pasangan yang kabur bahkan saat pendaftaran di KPU Kota Surabaya.

Pasangan yang diusung oleh PDI Perjuangan itu justru tak khawatir perolehan suaranya akan kalah dengan Rasiyo-Lucy. Mereka tak menganggap duet Rasiyo-Lucy sebagai ancaman meraih 'kursi' Surabaya 1.

"Kami tidak melihat sebagai ancaman juga tidak meremehkan artinya kami melihat sebagai patnership dalam membangun demokrasi Apapun hasilnya kita serahkan ke Tuhan dan rakyat Surabaya," kata Whisnu.

Berapa target suara yang optimis diraih sebagai calon petahana? Whisnu mengaku sampai sejauh masih optimistis menang.

Dalam rakercabsus PDIP Kota Surabaya menetapkan perolehan pasangan Risma-Whisnu sebesar 93 persen. "Hasil rakercabsus 93 persen, jadi itu target partai tapi yang penting bukan memenuhi target suara tapi bagaimana menunjukkan kinerja kita pada rakyat Surabaya.

"Pembangunan di Surabaya masih banyak program atau misi yang belum terselesiakan makanya kita butuh dukungan warga Surabaya untuk menyelesaikan," pungkas dia.

Untuk meraih kemenangan itu, Risma-Whisnu berjanji tak akan menghalalkan segala cara. Termasuk berkampanye saat menjabat meski mereka berdua tercatat sebagai calon petahana. Risma-Whisnu berjanji tak akan kampanye hingga masa jabatan selesai.
Β 
"Saya dan bu Risma komitmen kita baru bicara bagaimana kampanye, bagaimana kita harus turun untuk persiapan pilkada. Makanya hingga 28 September tidak ada aksi apapun," kata dia.

Whisnu yang juga Ketua PDIP Kota Surabaya menegaskan akan menyelesaikan amanah warga Surabaya hingga 28 September 2015 atau masa akhir jabatan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya.

"Kami hanya menyelesaikan amanah Surabaya sampai tuntas baru kita bicara melangkah untuk pilkada," lanjut dia.

Ia juga akan merangkul pasangan lawannya Rasiyo-Lucy untuk mewujudkan Pilkada Surabaya yang damai, jujur dan adil. Menurutnya, Rasiyo-Lucy sama sama warga Surabaya yang ingin menjadikan Kota Pahlawan baik dan lebih maju.

"Prinsipnya kita rangkul semua, dalam politik bagaimana kita memainkannya, politik itu seni. Kita akan rangkul Pak Rasiyo dan Bu Lucy sebagai rakyat Surabaya yang sama sama ingin membangun. Untuk urusan menang atau kalah, biar warga Surabaya yang menentukan," kata Whisnu.

Secara prinsip, lanjut Whisnu menaruh hormaat dan memberikan salut pada pasangan yang diusung Partai Demokrat dan PAN yang dianggap sudah bisa menepis segala isu miring.

"Kami tahu lawan sendiri sudah mulai bergerak meski belum penetapan, artinya dari sisi persiapan mereka merasa sudah terpenuhi. Kami tidak mau kecolongan," kata Whisnu. (ze/erd)


Berita Terkait