Bertempat di halaman rumah Kepala Desa setempat Lungguh W, Mensos yang didampingi Dirjen Pemberdayaan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Kemensos Hartono Laras, Kadinsos Provinsi Jawa Tengah Edison Ambarura, dan Bupati Semarang Mundjirin melakukan seremonial penyaluran beras kepada perwakilan penerima.
Khofifah mengatakan sesuai dengan keputusan yang diambil presiden, maka penyaluran Rastra tahun ini akan ditambah di bulan September dan Oktober yaitu untuk penyaluran ke-13 dan ke-14.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan pendistribusian Rastra ke-13 itu serentak dilakukan di seluruh Indonesia. Dengan adanya penambahan penyaluran ke-13 dan ke-14, lanjut Khofifah, maka Rastra yang disalurkan ditambah 460 ribu ton.
"Se-Indonesia itu 230 ribu ton per bulan, jadi 2,7 juta ton itu untuk 12 bulan. Jadi kita menambah 460 ribu ton untuk tambahan yang dua bulan itu," terang Khofifah.
(Foto: Angling Adhitya P/detikcom) |
Beras seberat 15 kg per orang itu bisa dibeli warga yang berhak dengan harga hanya Rp 24 ribu. Namun khusus untuk Desa Ngrawan yang mendapatkan jatah sekitar 1,6 ton hari ini, para penerima tidak dipungut biaya karena dihadiri Mensos.
"Pembayaran yang 15 kilo ini saya yang bayar. Bukan gratis, tapi kali ini saya yang bayar," ujarnya pada warga.
Saat penyaluran, Khofifah menyempatkan memeriksa kualitas beras tersebut. Ia menegaskan kelayakan bisa dilihat yaitu jika beras tidak kecokelatan, tidak ada batu, tidak berkutu, tidak berjamur, dan bau tidak apek. Khofifah menjelaskan jika memang ada beras yang tidak layak, hal itu disebabkan karena laman berada di gudang akibat terbatasnya unit gudang.
"Makanya kita monitoring. Jadi ada pas masuk kualitas medium, tapi kalau menyimpan kelamaan, banyak gudang unit terbatas jadi ketumpuk. Kalau unit banyak bisa yang masuk duluan keluar duluan," tegasnya.
Usai penyaluran Rastra, Mensos melaunching program Desa Sejahtera Mandiri di lokasi yang sama. Kemudian khofifah melakukan peletakan batu pertama untuk rumah tidak layak huni (Rutilahu) milik Sukiyem (64), sorang nenek yang tinggal sendirian di rumahnya yang nyaris roboh. (alg/try)












































(Foto: Angling Adhitya P/detikcom)