Jaksa Agung: Saya Minta Penyidik Cari Pelaku Intelektual Pembakaran Hutan!

Jaksa Agung: Saya Minta Penyidik Cari Pelaku Intelektual Pembakaran Hutan!

Dhani Irawan - detikNews
Kamis, 17 Sep 2015 11:14 WIB
Jaksa Agung: Saya Minta Penyidik Cari Pelaku Intelektual Pembakaran Hutan!
Foto: Herianto Batubara
Jakarta - Kabut asap yang merebak di Sumatera dan Kalimantan bahkan sampai ke negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia membuat geram Presiden Joko Widodo (Jokowi). Polisi menetapkan 140 tersangka kebakaran hutan dan lahan, 7 di antaranya petinggi [erusahaan pada tingkat manajer dan direksi.

Namun Jaksa Agung Muhammad Prasetyo tak puas. Dia menduga masih ada pelaku intelektual yang harus dibawa ke meja hijau.

"Kalau selama ini yang dijerat pelakunya yang di lapangan, itu kan yang melakukan saja. Saya berharap, cari pelaku intelektualnya siapa, dugaan kita orang suruhan saja (yang membakar hutan). Kita harus cari siapa di belakang mereka," kata Prasetyo ketika berbincang, Kamis (17/9/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prasetyo menyadari bahwa institusi yang dipimpinnya yaitu Kejaksaan Agung beserta jajarannya tak memiliki wewenang dalam ranah penyidikan. Oleh sebab itu, dia berharap penyidik yaitu dari Polri dan PPNS Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bisa lebih menggali siapa pelaku di belakang kasus pembakaran hutan selama ini.

"Itu yang harus dicari dan didalami, ketika berkas selesai itu tanggung jawab jaksa penuntut umum. Kita akan minta kepada penyidik untuk mendalami itu. Ketika berkas belum lengkap kan kita akan berikan petunjuk seperti apa," sebut Prasetyo.

Sejumlah kasus pembakaran hutan telah diproses sejak zaman pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang kini dipegang Jokowi. Titik akhir proses hukum yaitu di Mahkamah Agung (MA) pun telah mengeluarkan sejumlah vonis kasasi.

Sebut saja seperti PT Kallista Alam yang terbukti membakar 1.000 hektare hutan. MA menjatuhkan vonis denda kepada perusahaan tersebut sebesar Rp 366 miliar yang termasuk vonis tertinggi untuk pelaku perusakan lingkungan sepanjang sejarah di Indonesia. (dhn/hri)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads