Ketua Bawaslu Prediksi Pilkada 2015 Akan Marak Politik Uang

Ketua Bawaslu Prediksi Pilkada 2015 Akan Marak Politik Uang

M Iqbal - detikNews
Selasa, 15 Sep 2015 22:35 WIB
Ketua Bawaslu Prediksi Pilkada 2015 Akan Marak Politik Uang
Foto: Lamhot Aritonang
Padang - Pelaksanaan Pilkada tahun 2015 akan berlangsung di sekitar 266 daerah. Ketua Bawaslu Muhammad, memprediksi praktek politik uang akan marak berlangsung di Pilkada, baik karena masalah pada regulasi hingga perilaku pasangan calon.

"Dugaan kami akan lebih marak politik uang, salah satunya disebabkan KPU memberi (ruang kepada calon) untuk beri suvenir Rp 25 ribu. Secara institusi sudah kami ingatkan," ujar Muhammad dalam rakor stakeholder pemilu di Hote Bumi Minang, Padang, Selasa (15/9/2015).

Suvenir Rp 25 ribu dimaksud adalah ketentuan KPU bahwa pasangan calon dapat mensosialisasikan alat peraga untuk kampanye seperti poster senilai Rp 25 ribu untuk dibagikan kepada pemilih.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Semangatnya dorong partisipasi, tapi siapa yang jamin suvenir itu seharga Rp 25 ribu?" ujarnya.

Potensi praktik uang lain muncul karena tidak ada putaran kedua dalam Pilkada. Kelebihan satu suara saja maka pasangan calon tersebut bisa dinyatakan menang oleh KPU. Ketentuan itu membuat pasangan calon menggunakan segala macam cara termasuk politik uang.

"Semua berpotensi melakukan praktek politik uang, termasuk pasangan calon penantang. Karena regulasi satu putaran bisa timbulkan hasrat politik uang. Dia menganggapnya hidup dan mati," tuturnya.

Belum lagi kata Muhammad, karakter masyarakat belum semua punya pandangan rasional dan pendidikan politik yang baik, masih banyak yang menganggap menerima uang untuk mengganti suara bukan pelanggaran.

"Jangan sampai suara dihargai dengan Rp 50 ribu, gula pasir, dan sebagainya. Kalau kita tidak punya komitmen bersama, ini masalah serius," tegas professor ilmu politik itu. (bal/ahy)


Berita Terkait