Namun, sebagian calon dubes yang sudah menjalani uji kelayakan dan kepatutan masih bungkam soal visi misinya. Ditanya terkait persiapan dan alur saat fit dan proper test, sejumlah calon enggan membeberkan.
"Nanti saja ya mas. Saya masih ada urusan. Maaf ya," ujar calon dubes RI untuk Ekuador, Diennaryati Tjokrosuprihatono di sela uji kelayakan dan kepatutan, di Komisi I, Gedung DPR, Senayan, Selasa (15/9/2015).
Hal senada dikatakan calon dubes RI untuk Vietnam, Ibnu Hadi. Dia belum bisa memberikan pernyataan dalam penunjukannya sebagai calon dubes. Disinggung, soal kemampuan bahasa asing yang dikuasai, ia hanya tersenyum dan menjawab diplomatis.
Ia menunggu proses uji kelayakan di DPR selesai dan sampai ada penunjukan resmi dari pemerintah.
"Kan masih proses mas. Kalau karena satu hal dan lainnya kalau tidak jadi kan, ya belum bisa ngomong jadinya. Please, jangan. Terlalu pagi," tutur Ibnu.
Sementara, calon dubes RI untuk Uni Emirate Arab, Husin Bagus juga belum bersedia memberikan komentar. Ia menyarankan lebih baik bertanya kepada pihak Kementerian Luar Negeri.
"Nanti, nanti saja mas. Tanya ke Kemlu ya," ujarnya.
(hty/erd)











































