Yorrys-Nurdin Halid Kini Jadi Sekutu, Bakal Lahir Golkar Baru?

Yorrys-Nurdin Halid Kini Jadi Sekutu, Bakal Lahir Golkar Baru?

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Selasa, 15 Sep 2015 12:51 WIB
Yorrys-Nurdin Halid Kini Jadi Sekutu, Bakal Lahir Golkar Baru?
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Dalam politik tak ada istilah lawan yang abadi, dulu berhadapan kini Yorrys Raweyai dan Nurdin Halid jadi sekutu. Keduanya ingin melahirkan Golkar baru, mampukah?

Yorrys dan Nurdin Halid adalah dua pucul pimpinan Golkar dari dua kubu yang berbeda. Yorrys Waketum di kubu Agung Laksono, sementara Nurdin Halid jelas di kubu Aburizal Bakrie (Ical). Namun rupanya keduanya jengah dengan perpecahan Golkar dan berupaya melahirkan Golkar baru.

Yorrys dan Nurdin Halid bisa dibilang sebagai maskot dua kubu. Keduanya kerap di barisan terdepan pada saat dua kubu Golkar berselisih. Yorrys memasang posisi serang terhadap Nurdin saat menggalang munas Golkar tandingan di Ancol.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nurdin Halid dan Azis ada indikasi konspirasi dan merongrong kewibawaan pemerintahan Jokowi-JK, ini jelas," kata Yorrys saat memberikan pidato di Munas Golkar tandingan di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Sabtu (6/12/2014) lalu.

Hal lain yang membuat Munas dipercepat adalah keputusan Munas Bali yang mengangkat kembali Ical sebagai ketua umum dengan cara aklamasi. Ditambah lagi Munas Bali juga memutuskan untuk menolak Perppu Pilkada langsung.

Tiga hal itu menurut Yorrys bisa mengancam Golkar di tahun 2019. "Golkar ini terancam menjadi dinosaurus di 2019, hanya dikenang," kata Yorrys yang juga Ketua Munas Golkar di Ancol itu.

Setelah itu Golkar pun tersmi terbelah, saling serang terus dilontarkan baik dari kubu Agung maupun Ical. Sebuah penyerangan kantor DPP Golkar yang diduduki kubu Agung Laksono pun sempat jadi isu panas lantaran melibatkan sejumlah senjata tajam.

Setelah itu upaya islah mulai dilakukan namun karena kedua kubu keras kepala, islah tak juga terwujud. Keduanya saling menggugat, jalur hukum yang ditempuh semakin rumit dan belum kelar hingga kini.

Perpecahan Golkar yang semakin parah dan mengancam partai beringin tak bisa ikut Pilkada membuat Wapres JK merasa perlu untuk turun tangan. JK menggagas islah parsial demi Golkar ikut Pilkada serentak. Kubu Ical dan Agung pun mengajukan tim untuk mempersiapkan calon kepala daerah dari Golkar.

Kini Golkar pun dipastikan ikut di Pilkada serentak, meski tak sedikit calon yang gagal ikut karena tak mendapat rekomendasi lengkap dari kedua kubu. Ada Yorrys dan Nurdin Halid di dalam tim penjaringan calon kepala daerah dari Golkar itu, perlahan namun pasti keduanya tak lagi saling serang, bahkan pujian pun mulai keluar dari mulut keduanya, bisa dibilang keduanya kini kompak.

Islah parsial ini memberi angin segar bagi islah yang lebih mantap lagi. Sejumlah elite Golkar dari kedua kubu seperti Akbar Tandjung, Mahyudin, Priyo Budi Santoso pun mendorong islah yang lebih permanen lagi. Belakangan Yorrys Raweyai yang kini sudah saling sanjung dengan Nurdin Halid ternyata sudah punya kesepakatan, keduanya ingin melahirkan Golkar baru.

Tak main-main, bahkan keduanya meminta Agung Laksono dan Aburizal Bakrie yang sekarang ini menduduki posisi ketum di kedua kubu untuk legowo.

"Pak JK sudah buat terobosan (memediasi Golkar untuk Pilkada), Golkar akan kembali. Kita akan melahirkan Golkar dengan Golkar baru dan ikon baru sebelum 9 Desember (Pilkada -red), kalau Golkar mau besar ke depan," ucap Yorrys dalam diskusi yang digelar di Gedung Pola Tugu Proklamasi, Jl Proklamasi, Jakpus, Sabtu (12/9/2015).

Hadir dalam diskusi itu beberapa tokoh di antaranya Fahmi Idris, Nurdin Halid, Agus Gumiwang, Fayakhun Andriadi, MS Kaban, Leo Nababan, Rambe Kamarul Zaman, dan lainnya termasuk beberapa mantan pengurus DPD I Golkar.

"Kedua tokoh ini (Ical dan Agung) jadi negarawan, kita siap. Saya sama Nurdin punya kesepakatan ini," imbuhnya.

Yorrys pun mulai menyebut sejumlah kandidat ketum Golkar yang bakal maju di Munaslub untuk Golkar baru yang menurutnya bakal digelar paling telat Desember 2015 nanti.

"Kita punya kader cukup banyak, Priyo, Mahyudin, Ade Komaruddin, Agus Gumiwang, Airlangga, Novanto, dan lainnya. Saya tidak," terang Yorrys.

Lalu apakah sekutu Nurdin Halid dan Yorrys Raweyai mampu melahirkan Golkar baru? (van/try)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini