"Kami sudah minta kepada pemuda dan umat Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) di Tolikara untuk menjaga keamanan umat Muslim saat merayakan Hari Idul Adha," ujar Bupati Tolikara Usman G Wanimbo usai pertemuan dengan Tim Pasus insiden Tolikara di Jayapura, akhir pekan lalu.
Kondisi keamanan di Kabupaten Tolikara saat sangat kondusif, pasca insiden pembakaran masjid dan rumah beserta kios warga pada Hari Raya Idul Fitri lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Khusus di Tolikara pada perayaan Idul Adha, kita memberikan pengamanan khusus dengan menambah personil Brimob satu pleton," kata Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw di Jayapura.
Kapolda Papua, mengungkapkan pada pelaksanaan Pam Hari Raya Idul Adha sudah ditekankan kepada seluruh pejabat Polda dan para Kapolres di jajaran untuk memberikan rasa aman bagi umat muslim di seluruh wilayah Papua.
"Saya sudah instruksikan kepada seluruh pejabat Polda dan para Kapolres untuk memberikan rasa aman. Tidak ada toleransi bagi siapapun yang mengganggu keamanan hari raya Idul Adha," katanya.
Semua umat beragama punya hak untuk melaksanakan ibadahnya di seluruh wilayah Indonesia, oleh sebab itu tidak boleh ada yang mengganggu orang yang beribadah.
"Pengamanan otomatis akan kami siapkan, khususnya ada beberapa titik yang dianggap rawan, hingga mencegah adanya riak-riak dari permasalahan antara umat beragama, terlebih khusus untuk Kabupaten Tolikara akan kita berikan rasa aman," ujar mantan Kapolda Papua Barat itu.
Sampai saat ini kondisiย Tolikara sudah aman dan kondusif. "Sebenarnya Tolikara sudah aman. Hanya saja perlu ada rekontruksi dan konsolidasi," katanya lagi.
(dra/dra)











































