Lukman bersama 11 Amirul Hajj lainnya dikerubungi jemaah yang kebetulan berada di lobby penginapan yang bernama Al Jawharah hotel itu, Minggu (13/9/2015). Mereka berebut mencium tangan atau foto-foto dengan Lukman Hakim Saifuddin.
Ada beberapa tempat yang ditinjau Amirul Hajj, yakni kamar tidur, kamar mandi, musholla, tempat/ ruang makan, dan klinik kesehatan sektor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepada ibu-ibu yang mengerubunginya Lukman Hakim menjelaskan saat ini katering di Makkah hanya makan siang saja. Namun tidak tertutup kemungkinan jika di kemudian hari akan ada makan malam dan paket sarapan di Makkah.
"Nanti itu semua berkat ibu-ibu yang sekarang ini. Memberi masukan layanan haji supaya lebih baik," tutur Lukman Hakim yang disambut sahutan amin serempak jemaah.
Saat berada di klinik kesehatan Lukman Hakim bersama rombongan mendoakan kakek tua berasal dari Lampung tangannya tertancap jarum infus. Dengan khusyuk, kakek tua itu duduk di tempat tidurnya, mengangkat kedua tangannya dan mengamini doa bersama-sama.
"Bangunan seperti inilah yang kita harapkan. Kepuasan tidak hanya kita jaga tapi juga kita kembangkan," ujarnya usai kunjungan.
Lukman Hakim menilai kondisi kamar yang dihuni 3-4 jemaah sudah layak. Bahkan menurutnya, di beberapa kamar tersedia mesin cuci.
Salah satu hal yang menjadi sorotan Lukman Hakim adalah layanan kesehatan jemaah. Dia meminta tim kesehatan lebih proaktif memantau kondisi jemaahnya.
"Masukan (jamaah) itu konstruktif dan bagus, bagaimana tim kesehatan bisa lebih proaktif memantau kondisi jamaahnya," ujar Ketua Amirul Hajj Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin usai meninjau pemondokan dengan kapasitas 21.600 orang itu.
Lukman Hakim juga mengomentari soal pelayanan katering. Dia berharap kelak katering di Makkah tidak cuma sekali makan dalam sehari.
"Tahun ini baru sekali. Mudah-mudahan bisa ditambah seperti di Madinah," katanya.
(gah/Hbb)











































