Sidang ASEAN Inter-Parliamentary ke-36 Ditutup, Ini Hasilnya

Sidang ASEAN Inter-Parliamentary ke-36 Ditutup, Ini Hasilnya

Idham Kholid - detikNews
Jumat, 11 Sep 2015 18:22 WIB
Sidang ASEAN Inter-Parliamentary ke-36 Ditutup, Ini Hasilnya
Foto: Idham Khalid
Jakarta - Sidang ASEAN Inter-Parliamentary Assembly ke-36 di Kuala Lumpur, Malaysia resmi ditutup. Berbagai keputusan telah diambil termasuk perihal jabatan Presiden AIPA.

Rangkaian Sidang AIPA yang digelar sejak, Senin (7/9/2015) di Hotel Shangri-La, Jalan Sultan Ismail, Kuala Lumpur, Malaysia resmi ditutup Jumat, (11/8/2015). Penutupan AIPA dipimpin oleh Presiden AIPA Tan Sri Datuk Seri Panglima Pandikar Amin Mulia.

Sebelum penutupan, sidang menggelar pengesahan hasil sidang komisi terkait politik, ekonomi, organisasi, dan sosial. Topik-topik itu telah didiskusikan di commitee join communique kemarin dan hari ini seluruh delegasi yang terdiri dari 10 negara menandatangani hasil committe join communique yang berisi arah kebijakan AIPA ke depan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu isu penting yang dibahas, yaitu peran parlemen negara-negara ASEAN dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) Desember mendatang.

Selain itu, sidang juga memutuskan untuk memperpanjang jabatan Presien AIPA ke-36 yang dipimpin Tan Sri Datuk Panglima Pandikar Amin Mulia untuk setahun ke depan.

Sebab, Myanmar yang seharusnya mendapat giliran menjabat Presiden ke-37 AIPA, tak bersedia menjabat karena harus menggelar pemilu tahun depan. Artinya, belum ada keputusan negara mana yang menjadi tuan rumah AIPA ke-37 tahun 2016 mendatang.

"Harapan kami ada satu lagi negara yang bisa menjadi tuan rumah. Sekarang ini Myanmar tidak bersedia (menjadi tuan rumah). Karena ini kan setiap tahun harus negara-negara lain," kata delegasi Indonesia, Hamdhani yang merupakan Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Nasdem tersebut.


(idh/mok)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads