Rangkaian Sidang AIPA yang digelar sejak, Senin (7/9/2015) di Hotel Shangri-La, Jalan Sultan Ismail, Kuala Lumpur, Malaysia resmi ditutup Jumat, (11/8/2015). Penutupan AIPA dipimpin oleh Presiden AIPA Tan Sri Datuk Seri Panglima Pandikar Amin Mulia.
Sebelum penutupan, sidang menggelar pengesahan hasil sidang komisi terkait politik, ekonomi, organisasi, dan sosial. Topik-topik itu telah didiskusikan di commitee join communique kemarin dan hari ini seluruh delegasi yang terdiri dari 10 negara menandatangani hasil committe join communique yang berisi arah kebijakan AIPA ke depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, sidang juga memutuskan untuk memperpanjang jabatan Presien AIPA ke-36 yang dipimpin Tan Sri Datuk Panglima Pandikar Amin Mulia untuk setahun ke depan.
Sebab, Myanmar yang seharusnya mendapat giliran menjabat Presiden ke-37 AIPA, tak bersedia menjabat karena harus menggelar pemilu tahun depan. Artinya, belum ada keputusan negara mana yang menjadi tuan rumah AIPA ke-37 tahun 2016 mendatang.
"Harapan kami ada satu lagi negara yang bisa menjadi tuan rumah. Sekarang ini Myanmar tidak bersedia (menjadi tuan rumah). Karena ini kan setiap tahun harus negara-negara lain," kata delegasi Indonesia, Hamdhani yang merupakan Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Nasdem tersebut.
(idh/mok)











































