"Bandara yang ditutup akibat asap tidak ada. Tidak ada yang ditutup," kata Kapuskom Kemenhub JA Barata saat diwawancarai detikcom di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (11/9/2015).
Dijelaskan Barata, seluruh bandara di Tanah Air tetap beroperasi meski kabut asap tengah melanda wilayah Sumatera dan Kalimantan. Kabut asap memang berpengaruh terhadap penerbangan, tapi tidak sampai membuat bandara tutup.
"Terkait kabut asap itu, bandara wajib memberikan keterangan tentang jarak pandang. Keputusannya (pesawat terbang atau tidak) itu berada pada pilot. Dia yang menentukan 'oh, dengan jarak sekian saya masih bisa terbang'," jelas Barata.
"Harus di ingat, asap ini berbeda dengan debu, misalnya akibat debu vulkanik letusan gunung. Kalau ada debu itu (bandara) harus ditutup karena berbahaya bagi mesin pesawat. Kalau asap tidak berbahaya bagi mesin tetapi sangat mempengaruhi jarak pandang pilotnya. Kalau jarak pandang terlalu pendek itu menjadi berbahaya untuk penerbangan. Kalau debu, biarpun cuaca cerah, jelas, debu berbahaya buat mesin," sambung Barata menegaskan.
Di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman sendiri, jadwal penerbangan masih normal sejak pagi tadi hingga sore ini pukul 16.49 WITA. Menurut Barata, jarak pandang masih bagus untuk pilot terbang atau melakukan pendaratan.
detikcom mendarat di Balikpapan dengan pesawat Garuda Indonesia GA 566 bersama Kemenhub sekitar pukul 15.00 WITA. Sepanjang perjalanan dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, hingga lokasi, cuaca cerah. (hri/aan)











































