Mereka Pilih Jualan Ketimbang Ngemis: dari Pak Soleh Hingga Satiman

Mereka Pilih Jualan Ketimbang Ngemis: dari Pak Soleh Hingga Satiman

Moksa Hutasoit - detikNews
Kamis, 10 Sep 2015 19:31 WIB
Mereka Pilih Jualan Ketimbang Ngemis: dari Pak Soleh Hingga Satiman
Foto: instagram ketimbang.ngemis.jakarta
Jakarta - Sudah sepantasnya mereka ini mendapat perhatian dari kita. Namun mereka tidak memelas. Tidak juga mengemis untuk belas kasih. Mereka pilih berusaha berjualan ketimbang menadah bantuan saja.

Postingan foto-foto ini terekam di sebuah akun instagram ketimbang.ngemis.Jakarta. Isinya tentang orang-orang yang menolak mengemis dan memilih berjualan. Akun ini juga mengkampanyekan 'membeli jualan meski tidak sedang kita butuhkan'.

Contoh postingan tentang Pak Satiman yang berjualan sayur mayur di sekitaran Pasar Benda Jaya. Yang miris adalah umur Pak Satiman sudah menginjak 80 tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Namanya Pak Satiman asal indramayu desa trisi usianya sekitar 80an beliau tinggal di kebon kosong jln botani di daerah duren sawit dkt kampus Univ. Darma Persada sdh 25thn lebih sehari2 beliau jualan sayuran dari hasil menanam sendiri beliau berjualan jalan kaki dari rumahnya sampai pasar benda jaya buat tmn2 yg kebetulan lewat dan melihat kakek satiman beli sayurannya ya msh seger2 Semoga Allah selalu memberikan kesehatan dan dilancarkan rejekinya pak satiman #amin," tulis akun ini.



Tengok juga kisah Pak Salim yang tunanetra. Dengan segala keterbatasan, Salim tetap berjualan krupuk di sekitaran tebet. Akun ini rutin mendorong agar kita jika bertemu mereka, jangan ragu untuk membeli dagangannya.

"Semalam bertemu sm bapak ini di depan pasar tebet, namanya Pak Salim, tunanetra, rumahnya di deket rusun di sebelah taman honda tebet dan pak salim memang berjualan sekitaran tebet apabila teman-teman bertemu dengan pak salim bisa membeli jualan pak salim untuk membantu pak salim. Dengan keterbatasan beliau tidak pernah menyerah untuk berjuang demi istri dan anak-anak. Sehat terus pak salim, semoga rejeki bapak semakin berlimpah. Aminn," tulisnya lagi.

Atau siapa yang tidak kenal Pak Soleh. Usianya sudah renta. Dia tak bisa bergabung dengan Go-Jek atau perusahaan aplikasi ojek lainnya. Namun dia tetap laris keras. Bukan karena seragamnya, namun karena kebaikannya.

Salah satu follower akun ini menuliskan kisahnya yang rutin membeli tisu dari sebuah kakek tua renta di Haltes Busway Pulogadung. Dia mengakui kalau tidak terlampau butuh tisu tersebut.

"Saya sering membeli dagangannya meskipun tdk seberapa saya hanya ingin agar masyarakat lebih pduli terhadap org2 yg msh masih mau berjuang mncri nafkah untuk khidupan sehari2 tanpa mengemis yuk yg sering lewat terminal pulogadung tlong dibeli brang dgangan bapak ini skalipun tdk mmbutuhkan :)," tulis akun ini.



Nah selain mendorong untuk membeli barang dagangan mereka, akun ini juga aktif mengumpulkan donasi. Bisa berupa uang maupun bahan sembako. Jika sudah terkumpul, donasi akan langsung diberikan kepada para pejuang ini. (mok/mad)


Berita Terkait