Mesir akan Ikuti Jejak Indonesia

Pemilihan Presiden

Mesir akan Ikuti Jejak Indonesia

- detikNews
Minggu, 27 Feb 2005 14:33 WIB
Den Haag - Rakyat Mesir di masa mendatang bisa memilih presidennya secara langsung. Presiden Hosni Mubarak telah meminta parlemen mengamandemen konstitusi untuk memungkinkan hal itu.Dalam pidato nasionalnya, yang dikutip kantor berita Belanda ANP Sabtu (26/2/2005) petang waktu setempat, Mubarak menekankan bahwa perubahan itu sebagai sangat fundamental dan dimungkinkan oleh stabilitas politik di Mesir. Namun, keputusan Mubarak tersebut sebelumnya didahului oleh demonstrasi besar-besaran yang menuntut demokratisasi di negeri itu. Massa demonstran meluapkan ketidakpuasannya terhadap pemilu dalam waktu dekat, yang dipastikan kembali akan memunculkan 'Soeharto-nya' Mesir itu sebagai pemenang.Selain itu, pernyataan Mubarak tentang rencana pilpres langsung nampaknya juga dipengaruhi tekanan Amerika Serikat (AS), yang menyentil perbaikan sistem demokrasi di Mesir. Dalam pidato State of the Union awal Februari lalu, Presiden Bush secara eksplisit mendorong penguasa di Cairo untuk melakukan perubahan sistem demokrasi. Kemudian pada kunjungannya ke Uni Eropa pekan lalu, Bush kembali memperingatkan agar negara-negara Arab seperti Mesir melakukan demokratisasi. Mubarak kini termasuk ke dalam kelompok pemimpin 'diktator' dan menguasai tampuk kekuasaan di negerinya terlalu lama. Dia naik menjadi orang nomor 1 di Mesir pada 1981, menggantikan Anwar Sadat yang tewas dibunuh. Selama empat kali 'pemilu' di bawah rezimnya, Mubarak selalu keluar sebagai pemenang mayoritas mutlak hingga 90 persen. Hal itu dimungkinkan karena sistem pemilu sesuai konstitusi yang berlaku saat ini memang menguntungkan Mubarak, yakni parlemen yang menetapkan kandidat tunggal capres. Dengan sistem ini mustahil ada kandidat lain yang bisa mengalahkan Mubarak, sebab parlemen tidak berani menetapkan nama lain selain nama pria yang akan memasuki periode ke-5 kekuasaannya tersebut. (es/)


Berita Terkait