Israel Tuduh Suriah Dalang Bom Bunuh Diri
Minggu, 27 Feb 2005 13:07 WIB
Jakarta - Menteri Pertahanan Israel, Shaul Mofaz menuduh Suriah terlibat bom bunuh diri yang menewaskan empat orang pada sebuah klub malam di Tel Aviv hari Jumat.Pada sebuah pertemuan dengan pejabat keamanan, ia juga menyalahkan kelompok militan Palestina Jihad Islami bertanggung jawab. Sebuah sel gerakan Jihad Islami mengatakan mereka bertanggung jawab serangan bom bunuh diri ini.Namun kepemimpinan kelompok tersebut yang berbasis di Gaza membantah mereka mengetahui adanya rencana tersebut, yang menewaskan empat warga Israel dan menghancurkan gencatan senjata yang dicapai awal bulan ini antara Israel dan Otorita Palestina.Para pejabat senior dari tiga faksi utama Palestina terus membantah keterlibatan dengan bom bunuh diri itu. Mereka mengatakan tetap berusaha mempertahankan keadaan tenang, namun hari Sabtu malam, pertanda adanya hubungan dengan Jihad Islami mulai muncul.Dalam sebuah rekaman video, sel gerakan tersebut di Tepi Barat mengatakan bertanggung jawab atas ledakan.Ini mungkin menunjukkan adanya perpecahan di dalam tubuh organisasi tersebut, antara kepemimpinan yang berbasis di Gaza, dan para peminpin yang mengasingkan diri di Suriah, yang mungkin memiliki pengaruh lebih kuat terhadap sel di Tepi Barat.Pemimpin Palestina, Mahmoud Abbas sendiri menuduh pihak ketiga namun tidak menyebut nama. Pejabat keamanan Palestina menuduh Hezbollah yang bertangung jawab. Namun Hezbollah dengan tegas membantah keterlibatan mereka.Sebelumnya, Pasukan Israel menahan lima warga Palestina sehubungan dengan bom bunuh diri hari Sabtu di luar satu klab malam di Tel Aviv. Dua dari mereka yang ditangkap, di satu desa dekat kota Tulkarem, Tepi Barat, dilaporkan bersaudara.Empat orang tewas dan sekitar 30 lainnya terluka dalam ledakan pertama sejak pemimpin Israel dan Palestina sepakat untuk mengakhiri kekerasan. Pemimpin Palestina Mahmoud Abbas bernjanji untuk menghukum pelaku."Pemerintah Palestina tidak akan tinggal diam atas tindakan sabotase ini," katanya dalam pernyataan setelah bertemu dengan para pemimpin keamanan seperti yang dikutip BBC."Kami akan melacak jejak mereka yang bertanggung jawab dan akan menghukum mereka," lanjutnya. Abbasmenyalahkan "pihak ketiga" namun dia tidak merinci.Para pejabat Palestina lain menyalahkan Hezbollah, organisasi militan Lebanon. Semua kelompok militan Palestina menyanggah bertanggung jawab atas ledakan itu.Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyerukan pertemuan darurat kepala keamanan dan dilaporkan meminta penyelidikan bersama dengan Israel. Perdana Mentri Israel Ariel Sharon juga akan bertemu dengan para pejabat keamanan untuk membicarakan masalah ini.Seorang penasehat senior Sharon, Raanan Gissin, mengatakan Otorita Palestina harus mengambil langkah yang perlu, dan kongkrit untuk menghancurkan organisasi teroris, dan mengumpulkan senjata ilegal, dan melakukan semua penahanan yang diperlukan.Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Condoleezza Rice meminta Palestina mengambil langkah-langkah segera dan dapat dipercaya guna menemukan mereka yang berada dibelakang serangan. Sementara itu muncul klaim yang bertentangan mengenai siapa yang melakukan serangan.
(mar/)











































