Kembali 'Cuci Gudang' PNS Jumat Ini, Ahok: Ada Beberapa yang Belum Beres

Kembali 'Cuci Gudang' PNS Jumat Ini, Ahok: Ada Beberapa yang Belum Beres

Ayunda Windyastuti Savitri - detikNews
Senin, 07 Sep 2015 18:27 WIB
Kembali Cuci Gudang PNS Jumat Ini, Ahok: Ada Beberapa yang Belum Beres
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) kembali akan 'cuci gudang' PNS DKI pada Jumat, 11 September mendatang. Hal ini dikarenakan dia merasa banyak yang belum benar-benar sesuai harapan.

"Kita akan terus Jumat ini akan kita lantik lagi. Jadi ada beberapa yang belum beres. Jumat ini akan kita bereskan lagi," ujar Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (7/9/2015).

Ahok mencontohkan, jika ada SKPD yang kinerjanya tidak sesuai dengan harapan atau target maka atasannya berhak mengganti. Dia pun mencontohkan, Wali Kota Jakarta Utara mengajukan sejumlah alternatif nama SKPD kepada Ahok untuk bekerja di bawahnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ditambahkan lagi, Ahok menilai wilayah utara Jakarta memiliki peranan penting dalam mengontrol banjir. Terlebih kawasan itu berbatasan langsung dengan laut.

"Saya kasih dia (SKPD) waktu seminggu siapa sih yang kamu mau ganti kan kamu sudah tahu di dalam gimana, bisa datang ke saya contohnya Wali Kota Utara. Saya bilang Utara itu betul-betul kunci semua mengatasi banjir karena semua air akan masuk ke utara sebelum ke laut," terang dia.

"Saya enggak mau toleransi semua SKPD di utara harus bagus. Karena utara yang menampung semua sampah, semua ada di situ. Terus dia tulis siapa-siapa saja yang perlu diganti supaya (kinerjanya) kencang," sambungnya.

Jika Ahok merasa cocok dengan calon yang diajukan dengan melihat dari rekam jejak yang bersangkutan, seperti tidak memiliki masalah dan 'bersih' dari tindak-tanduk korupsi maka dirinya pun setuju langsung melantik. Untuk mengetahui kualitas SKPD itu baik atau tidak, dia pun melihat dari hasil tes CAT (computer analitical testing).

Setelah hasil tes tersebut keluar, Ahok akan mengkombinasi dengan hasil wawancara psikologi yang dijalankan. Mantan Bupati Belitung Timur itu tidak berpatokan pada hasil nilai calon yang tinggi karena bisa saja itu tidak murni pengetahuannya sendiri.

"Jadi patokan saya cenderung melihat analisa CAT sama psikolog. Dua itu saya kombinasikan. Walau keluar angka 40, saya enggak langsung yakin. Kenapa saya tak begitu percaya? Makalah bisa saja dia contek bikin dari orang. Teori pintar belum tentu dia bisa kerja," tutup dia. (aws/hri)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini