"Di negara demokrasi seperti Indonesia tentu kita dengarkan hal-hal seperti itu. Teman-teman sampaikan pandangan dan sebagainya," kata Retno di Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (4/9/2015).
Dalam kunjungan kali ini, Retno juga menyebut Mesir sedang mempelajari demokrasi. Al-Sisi disebut sangat ingin negaranya memiliki demokrasi yang sama seperti Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya lebih dari seratus orang dari organisasi Indonesian Society for Human Right and Humanity beraksi di depan Kedubes AS, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Aksi itu dimulai pukul 14.45 WIB dengan diawali long march dari Masjid Istiqlal.
Mereka membawa spanduk-spanduk bergambar al-Sisi bertuliskan 'Real Terrorist in the World', 'Reject al-Sisi from Indonesia', dan 'Jangan Berteman dengan Penjagal'.
Mereka berorasi bergantian selama 5 menit yang kemudian dilanjutkan berjalan menuju seberang Istana Negara. Sementara itu politikus PKS Rofi Munawar menyesalkan kedatangan al-Sisi.
"Presiden Jokowi harus mampu menangkap pesan dan kegelisahan publik terkait kedatangan Presiden al-Sisi. Karenanya, pertemuan yang dilakukan harus mampu memposisikan Indonesia sebagai negara yang menentang kekerasan dalam meraih kekuasaan dan pengekangan dalam kehidupan pers," kata Rofi. (bpn/fdn)











































