"Saya yakin beliau (Anang Iskandar) punya kemampuan juga, kan senior ya pasti punya kemampuan. saya yakin semua punya kemampuan, saya kira juga nanti Anang bagus itu. Sama dengan saya yakin tempat Buwas sangat tepat di BNN karena pekerjaan lapangan itu," kata Wapres JK di kantornya, Jl Medan Merdeka Utara, Jakpus, Jumat (4/9/2015).
JK mengaku belum berkomunikasi dengan Komjen Anang yang pergeseran posisinya tertuang dalam Telegram Rahasia (TR) nomor ST/1847/IX/2015. "Nantilah kita bicara setelah selesai dilantik," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu kan urusan Polri, tanya Kapolri bagaimana baiknya dia. Diyakini kan semua orang lapangan jadi baguslah," ujar JK.
Anang yang dihubungi detikcom pagi tadi menegaskan visinya pada penindakan hukum di Bareskrim Polri.
"Jadi penegakan hukum terhadap masyarakat-masyarakat yang melanggar. Jadi kalau tidak melanggar, ya nggak terkena penegakan hukum," terang Anang.
(Baca Juga: Komjen Anang: Keberhasilan Tugas Harus Diimbangi Kerjasama Baik dengan KPK)
Dirinya akan mempelajari dan menelaah kasus-kasus yang sudah ditangani Bareskrim selama ini. Dia memastikan, kasus yang ada akan tetap ditindaklanjut.
Selain itu Anang juga akan meningkatkan sinergi dengan lembaga penegak hukum lainnya seperti KPK dan Kejaksaan Agung.
"Keberhasilan tugas harus diseimbangkan dengan membangun hubungan dan kerjasama yang baik dengan KPK, PPATK, serta kementerian lain yang punya fungsi yang sama dalam criminal justice system," kata dia.
(fdn/mok)











































