"Kondisi kabut asap memang cukup parah. Sampai pusing saya menghirup asap ini," kata Andi Rachman begitu sapaan akrabnya Arsyadjuliandi Rachman.
Rasa pusing kepala itu disampaikan Andi saat mengelar jumpa pers di Posko Kebakaran Hutan dan Lahan di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Jumat (4/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Asap tambah pekat juga karena kiriman dari provinsi tetangga. Kita juga minta sama-samalah serius menanggulanginya," kata Andi.
Masih menurut Andi, akibat asap ini dia juga sempat tertahan di Bandara Soekarno Hatta kemarin. Pesawat yang mestinya sudah berangkat pukul 08.00 WIB, harus tertunda sampai sore hari.
"Kemarin juga pesawat saya delay karena kabut asap," katanya.
Walaupun Andi Rachman merasakan pusing menghirup asap, namun dia belum bersedia menaikkan status siaga menjadi tanggap darurat. Sebagaimana diketahui, jika sudah status tanggap darurat, maka kewenangan penanggulangan menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.
"Belum perlulah tanggap darurat, tim kita saat ini lagi berusaha untuk memadamkan api," kata Andi. (cha/try)










































