JK, Buwas, dan Telepon dari Seoul Soal Pelindo

JK, Buwas, dan Telepon dari Seoul Soal Pelindo

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Jumat, 04 Sep 2015 11:50 WIB
JK, Buwas, dan Telepon dari Seoul Soal Pelindo
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Kegaduhan dan mengganggu stabilitas ekonomi banyak dikait-kaitkan dengan Komjen Budi Waseso (Buwas). Tak heran kalau mutasinya disangkutpautkan dengan urusan kegaduhan.

Buwas sendiri sudah membantah semua yang dilakukannya menimbulkan kegaduhan dan mengganggu stabilitas ekonomi. Mulai dari penangkapan Bambang Widjojanto, pengusutan Abraham Samad, Denny Indrayana, dua komisioner KY, TPPI, hingga Pelindo Buwas menegaskan sudah memiliki alat bukti.

Namun ada satu kasus yang diakui Wapres JK disoal ke Buwas, tak lain penggeledahan Pelindo. JK sampai menelepon Buwas meminta penjelasan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya telpon waktu saya di Seoul, apa yang terjadi, dijelaskanlah apa yang terjadi," jelas JK, Kamis (3/9).

JK dalam teleponnya itu mewanti-wanti Buwas agar melihat kasus dengan jelas. Jangan sampai kebijakan dipidanakan.

"Saya cuma bilang, seperti biasa, ini kan kebijakan korporasi ya jangan dipidanakan. Itu prinsip yang kita telah pakai dan sesuai aturan UU tentang administrasi pemerintahan," urai JK

"Pokoknya selama itu korupsi dengan sengaja itu pasti tetapkanlah, tapi kalau kebijakan jangan. Itu aja prinsipnya," tambah JK lagi.

JK mengaku sesuai instruksi presiden, ekspose kasus bila benar seseorang sudah menjadi tersangka.

"Ya itu tergantung, dan juga instruksi Presiden mengataan, instruksi presiden lho ya, di depan semua Kapolda kalau ada orang diselidiki jangan diekspos sampai dengan orang itu terbukti. Itu perintah presiden di muka seluruh aparat kepolisian. Itu perintahanya," tutup JK. (dra/dra)


Berita Terkait