'Rumah Indonesia' Dibuka di Vladivostok

'Rumah Indonesia' Dibuka di Vladivostok

Mega Putra Ratya - detikNews
Jumat, 04 Sep 2015 04:40 WIB
Rumah Indonesia Dibuka di Vladivostok
Foto: KBRI Moskow
Vladivostok - Duta Besar RI untuk Rusia Djauhari Oratmangun dan Atase Perdagangan Heryono Hari Prasetyo pada 2-5 September 2015 berkunjung ke Vladivostok, kota pelabuhan di ujung timur Rusia yang berjarak 8 jam terbang dari Moskow.

Kunjungan itu dalam rangka menghadiri Eastern Economic Forum (EEF), sebuah forum ekonomi besar yang dibuka Presiden Rusia Vladimir Putin dan dihadiri lebih 10.000 hadirin dari 32 negara Asia Pasifik. Dubes Djauhari juga memanfaatkan kunjungan itu untuk soft launching 'Rumah Indonesia'. Rumah Indonesia adalah ruang pameran komoditas dan produk Indonesia yang menempati sebagian kantor Konsul Kehormatan RI di Vladivostok di Captain Shefner street no. 2 office 206, Vladivostok, Russia.

Di dalam ruangan 'Rumah Indonesia' beberapa sample produk Indonesia dipamerkan. Antara lain kopi luwak, teh, mi cepat saji, minyak goreng, berbagai bumbu rempah, dan beberapa consumer goods lain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kehadiran 'Rumah Indonesia' di Vladivostok ini juga sudah diberitakan majalah setempat 'Window to the Asia Pacific Region'. Pemimpin redaksi majalah, Ms. Valentina Bratchokova yang hadir pada soft launching menyerahkan copy majalah yang menampilkan rubrik mengenai Indonesia termasuk profil Dubes RI Djauhari Oratmangun dan Konhor Maria Chuprina.    

"Peresmian Rumah Indonesia ini menjadikan Vladivostok sebagai showroom produk dan komoditas Indonesia di kawasan timur Rusia selain sebagai pusat informasi di bidang perdagangan, pariwisata dan investasi. Karena letaknya yang sangat strategis, diharapkan Vladivostok dapat menjadi salah satu pintu gerbang utama produk Indonesia untuk pasar Rusia dan juga ke Eropa," ujar Dubes Djauhari Oratmangun.  

Atase Perdagangan RI di Rusia menjelaskan bahwa 'Rumah Indonesia' diprioritaskan untuk melaksanakan fungsi perdagangan karena interaksi Indonesia dengan Vladivostok memang lebih difokuskan di bidang ekonomi perdagangan.   

"Vladivostok merupakan alternatif jalur masuk produk Indonesia ke pasar Rusia dan Eropa dan letak Vladivostok yang dekat dengan Korea Selatan dan Jepang, memungkinkan barang dari Indonesia lebih cepat dan mudah diperoleh di Rusia," ujar Heryono.  

"Produk asal Indonesia seperti teh, kopi, kertas, karet, furniture, produk perikanan dan minyak kelapa sawit sudah terdapat di Vladivostok. Produk tersebut umumnya diangkut dari pelabuhan Donghae di Korea Selatan yang menghubungkan dengan pelabuhan Sakaiminato (Jepang), Tottori (Jepang), dan Vladivostok (Rusia). Pasokan barang juga dapat dilakukan melalui jalur udara dari Seoul, Korea Selatan yang memiliki frekuensi penerbangan ke Vladivostok 8 kali perhari dengan waktu tempuh hanya 2 jam," lanjut pria yang akrab dipanggil Bang Noly tersebut. (ega/fan)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads