Pengacara: Hakim Minta Saksi Hadir untuk Konfirmasi 'Barang Keramat'

ADVERTISEMENT

Sidang Kasus Muncikari

Pengacara: Hakim Minta Saksi Hadir untuk Konfirmasi 'Barang Keramat'

Dhani Irawan - detikNews
Rabu, 02 Sep 2015 18:13 WIB
Foto: Dhani Irawan
Jakarta - Masih belum ada sosok artis yang dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan kasus muncikari Robby Abbas di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel). Padahal dari awal, kasus Robby sering disebut melibatkan beberapa nama artis papan atas.

Dalam sidang yang digelar hari ini, jaksa penuntut umum kembali menghadirkan penyidik kepolisian. Ada 3 orang penyidik yang dimintai keterangan mengenai proses penangkapan Robby.

Sayangnya ketiga penyidik itu enggan berkomentar usai menjalani sidang. Namun pengacara Robby, Pieter Ell menyebut majelis hakim telah memerintahkan jaksa untuk memanggil saksi-saksi yang lain pada sidang selanjutnya tanggal 22 September 2015. 

"Ya saksi-saksi yang belum datang (akan dipanggil),(profesinya) seperti yang Anda tahulah," kata Pieter usai sidang di PN Jaksel, Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Rabu (2/9/2015).

Pieter tidak menerangkan secara jelas siapa saksi-saksi yang dia maksud akan dipanggil tersebut. Namun sebelum sidang, dia sempat membuka Berita Acara Pemeriksaan (BAP) berisi nama sejumlah artis yaitu Tyas Mirasih dan Sinta Bachir.

Kemudian Pieter menyebut majelis hakim ingin para saksi yang dihadirkan nanti bisa dikonfirmasi soal barang bukti berupa pakaian dalam. Selain pakaian dalam, barang bukti dalam kasus tersebut berupa tas jinjing warna coklat, uang Rp 45 juta dan BlackBerry milik Robby.

"Barang bukti masih 'keramat' seperti yang kemarin. Makanya saksinya harus datang baru dikonfrontir ini milik siapa, size-nya milik siapa. Makanya yang merasa punya, menjadi saksi dan berjenis kelamin bukan laki-laki, datanglah," kata Pieter.

Selain itu pada saat Robby ditangkap dulu, polisi pernah mengatakan bahwa BlackBerry Robby terdapat grup chatting yang berisi 200 nama artis yang bisa melayani kencan. Pieter mengatakan hakim meminta agar BlackBerry itu dinyalakan dan dibacakan nama-nama orang tersebut.

"Belum dibuka tadi, makanya ada perintah di dalam sidang berikutnya (BlackBerry Robby) di-charge supaya kita bisa mengecek itu, mengkonfirmasi semua nama-nama yang ada di dalam itu," ucapnya.

Sebelum sidang dimulai, Pieter menunjukkan kepada awak media sebuah halaman dari dokumen yang disebutnya sebagai Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Di dalam berkas tersebut nama Tyas Mirasih dan Sinta Bachir tertulis jelas.

"Saya menunjukkan saja. Silakan dibaca sendiri," kata Pieter di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Rabu (2/9/2015).

Di dalam halaman BAP yang disebut merupakan keterangan AA, Tyas Mirasih dan Sinta Bachir dikenalkan Robby kepada klien atau tamu. AA sendiri merujuk pada Amel Alvi, hanya saja hal tersebut sudah dibantah oleh Amel sendiri.

"Bahwa saksi sudah berhubungan badan dengan klien atau tamu di Hotel Surabaya dan di Hotel Sari Pan Pasifik saya sudah berhubungan badan. Benar, saksi kenal dengan sdri TYAS MIRASIH dan sdri SINTA BACHIR pada tahun 2014 ketika saya sendiri, sdri TYAS MIRASIH dan sdri SINTA BACHIR sedang syuting film yang berjudul HANTU BUDEG (bersama TYAS MIRASIH) dan berjudul PULAU HANTU TIGA (bersama sdri SINTA BACHIR). Dan saksi tidak kenal dengan sdri SANDRA dan sdri SINTHIA. Dan saksi tidak tahu bahwa profesi sdr. ROBBY ABBAS alias OBIE adalah mengenalkan saya sendiri, sdri TYAS MIRASIH dan sdri SINTA BACHIR dengan klien atau tamu," demikian keterangan AA yang tertulis dalam BAP yang ditunjukkan oleh pengacara Robby.

Robbi sendiri didakwa melanggar pasal 296 KUHP juncto pasal 506 KUHP. Pria bertato itu terancam hukuman pidana penjara selama 1 tahun 4 bulan.

Nama Robby Abbas sendiri mencuat ketika Polres Jaksel membekuknya pada bulan Mei 2015 dengan tuduhan menjadi mucikari sejumlah artis. Tak tanggung-tanggung, artis yang ditawarkan Robby bernilai puluhan juta rupiah untuk kencan short time.

Robby sempat bernyanyi bahwa banyak anggota dewan yang menyewa jasa artis yang ditawarkannya. Namun pengacara Robby enggan membuka secara terang siapa saja anggota dewan yang sering menyewa jasa prostitusi artis itu. (dhn/imk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT