Aksi Bareskrim Disebut Kontroversial, Komjen Buwas: Kami Siap Diaudit

Aksi Bareskrim Disebut Kontroversial, Komjen Buwas: Kami Siap Diaudit

Rini Friastuti - detikNews
Rabu, 02 Sep 2015 13:28 WIB
Aksi Bareskrim Disebut Kontroversial, Komjen Buwas: Kami Siap Diaudit
Foto: Rini Friastuti
Jakarta - Komisaris Jenderal Budi Waseso resmi menjadi Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri pada 16 Januari 2015. Meski baru delapan bulan menjabat, Komjen Buwas banyak melakukan gebrakan. Sejumlah kasus besar dia usut. Seperti kasus dugaan korupsi kondensat, dugaan korupsi cetak sawah, penimbunan sapi siap potong, dan pengadaan mobile crane di PT Pelindo II.

Namun tak sedikit kasus yang dia usut menimbulkan kontroversi. Seperti kasus dugaan arahan memberikan kesaksian palsu oleh Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto, kasus Novel Baswedan, hingga dugaan penyelewengan proyek elektronik payment gateway oleh Denny Indrayana.

Komjen Budi Waseso pun menanggapi dugaan tersebut. Dia menjamin bahwa pengusutan yang dilakukan oleh penyidik Bareskrim adalah murni untuk penegakan hukum dan sesuai prosedur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apabila memang ada dugaan menimbulkan kontroversi, Komjen Buwas pun siap untuk diaudit hasil kerjanya. "Jadi bisa diaudit, bisa dicek, urut-urutan langkah yang dilakukan oleh penyidik Polri," kata Komjen Buwas kepada wartawan di gedung Bareskrim Mabes Polri, jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (2/9/2015).

Baca juga: Kasus-kasus Menghebohkan yang Diusut Komjen Buwas Selama Jadi Kabareskrim

Dalam menyidik sebuah kasus korupsi, kata Komjen Buwas, penyidik selalu berdasar pada adanya laporan pengaduan masyarakat. Laporan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan pelapor, terlapor hingga pengumpulan barang bukti. "Jadi semua murni penegakan hukum. Kami lakukan dengan jujur dengan adil," kata dia.

Buwas juga menjamin bahwa semua yang dijalankan oleh Bareskrim sudah sesuai undang-undang sehingga tak akan menimbulkan kegaduhan yang bisa mengganggu stabilitas ekonomi.
Β 
"Kalau (pengusutan) itu mengada-ada, mencari-cari, itu akan membuat kegaduhan itu bisa membuat ekonomi terganggu," kata alumnus Akademi Kepolisian angkatan 1984 itu.

(erd/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads