Mensos: Mayoritas Warga Aceh Tetap Ingin Berada di NKRI
Sabtu, 26 Feb 2005 16:42 WIB
Jakarta - Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah menyebutkan berdasarkan survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) mayoritas warga Aceh berkeinginan tetap berada di bawah naungan NKRI.Survei dilakukan untuk mengetahui aspirasi warga Aceh pasca bencana tsunami dan gempa bumi pada 26 Desesember 2004 silam."Pemerintah mencoba untuk mengetahui aspirasi warga Aceh. Ternyata, orang Aceh tidak ingin berpisah dari NKRI. Bahkan, semangat nasionalismenya tinggi," kata Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah di sela-sela Pelaporan Pengelolaan Bantuan Bencana Gempa Bumi dan Tsunami di kantor BPK, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Sabtu (26/2/2005).Menurut dia, dari survei tersebut diketahui bahwa 76 persen responden tidak menginginkan Aceh terpisah dari NKRI dan 78 persen responden siap membela RI jika diserang pihak asing. "Jadi hanya kelompok kecil yang ingin memisahkan diri," tandasnya. Lebih lanjut, Bachtiar mengatakan pemerintah juga sudah bertanya mengenai keinginan warga Aceh. "Ternyata mereka menjawab, kami ingin membangun Aceh menjadi kota pelajar yang religius," kata dia.Ketika disinggung soal metodologi survei termasuk lokasi dan jumlah reseponden, Bachtiar mengaku tidak hafal. "Saya tidak hafal mereka punya teknik statistik. LSI dipilih karena akurasinya bagus dan itu juga tidak gratis," ungkap Bachtiar sambil mengelak menyebut biaya survei yang telah dikeluarkan.
(aan/)











































