Setelah tak punya lawan tanding di putaran pertama pendaftaran calon kepala daerah, PD dan PAN sebenarnya sudah mengusung Dhimam Abror-Haris Purwoko sebagai penanding Risma. Namun Haris menghilang di tengah proses pendaftaran. Polemik dimulai, posisi Risma seolah digantung, tak sedikit pihak menyebut ada upaya menyabotase Pilwalkot Surabaya supaya ditunda tahun 2017.
Namun demikian kekhawatiran itu terjawab setelah PD dan PAN menunjukkan keseriusan untuk mengusung calon di Pilwakot Surabaya. Kecewa dengan sikap Haris Purwoko, koalisi PD-PAN akhirnya mengusung Raisyo-Dhimam untuk Pilwakot Surabaya. Pendaftaran berjalan mulus, meskipun Dhimam membawa berkas rekomendasi dari DPP PAN dalam bentuk fotokopi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak terima calonnya digugurkan, PD dan PAN tak tinggal diam. PD dan PAN akan menemui KPU pusat untuk melaporkan hal ini.
"Besok (31/8) siang pukul 12.00 WIB, kami berdua (dengan PAN) akan menemui KPU pusat dan juga Bawaslu untuk menyampaikan persoalan ini," kata Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan saat menggelar jumpa pers di kantor DPP PAN, Jl Senopati Raya, Jakarta Selatan, Minggu (30/8/2015) tengah malam.
Menurut Hinca, alasan KPUD Surabaya menggugurkan pasangan yang mereka usung bersama PAN tidaklah terlalu substansif. Pihaknya meyakini Rasiyo dan Dhimam merupakan pasangan yang tepat melawan duet Risma-Wisnu.
"Pasangan yang kami usung adalah pasangan yang sangat kuat. Pertama Pak Rasiyo adalah mantan Sekda. Mempunyai pengalaman birokrasi yang mumpuni di Surabaya. Demikian juga tokoh muda Bung Imam Abror yang diusung teman-teman. Kami percaya kedua pasangan calon ini mempunyai daya saing yang kuat untuk melawan incumbent, Bu Risma dan Pak Wisnu. Kami percaya pertarungan di sana ideal dan baik untuk kita ikuti bersama," lanjutnya.
Meskipun melaporkan KPUD Surabaya ke KPU sampai DKPP, PD dan PAN tetap akan menyiapkan calon lain penanding Risma. Hal ini dilakukan karena calon yang telah dinyatakan tidak memenuhi syarat dilarang maju kembali. Semoga setelah semuanya sudah jelas nantinya, tak ada lagi yang membuat tidak jelas Pilwalkot Surabaya yang jadi bagian tak terpisahkan dari agenda pemerintah melaksanakan Pilkada serentak. (van/try)











































