Thaksin Marah, Dikritik Soal Kebijakan Mengenai Separatis
Sabtu, 26 Feb 2005 11:58 WIB
Jakarta - Perdana Menteri (PM) Thailand Thaksin Shinawatra bereaksi keras atas berbagai kritikan yang diarahkan padanya, sehubungan dengan upaya pemerintah menangani kekerasan separatis di Thailand selatan."Kelihatannya semua pengkritik lebih peduli dengan nyawa para militan separatis daripada warga desa yang tidak berdosa, yang terbunuh setiap hari, khususnya dalam sepekan terakhir seiring dengan memburuknya situasi akibat pembunuhan dan pengeboman," cetus Thaksin dalam pidatonya yang disiarkan radio setempat.PM Thaksin bersumpah tidak akan menghentikan perjuangannya melawan para separatis Muslim di provinsi-provinsi di Thailand selatan. Namun dikatakan pemimpin Thai itu, ia akan mengubah kebijakannya jika memang diperlukan."Dengan setiap kebijakan yang terbukti tidak benar, saya bisa melakukan perubahan. Saya bukan orang yang didorong rasa ego," tukasnya kesal seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (26/2/2005).Thaksin mendapat banyak kecaman sehubungan dengan rencana kontroversialnya untuk menghentikan pengucuran dana pembangunan bagi desa-desa di Thai selatan yang dianggap mendukung gerilyawan. Karena mendapat penolakan dari berbagai pihak, pemerintah Thai akhirnya membatalkan rencana tersebut.Sedikitnya 610 orang telah tewas di wilayah konflik Thailand selatan sejak Januari 2004 lalu. Thailand selatan merupakan wilayah mayoritas Muslim yang berdekatan dengan perbatasan Malaysia.
(ita/)











































