Emil Salim Cs Temui Pimpinan DPR, Minta 7 Proyek Rp 2,7 T Dibatalkan

Emil Salim Cs Temui Pimpinan DPR, Minta 7 Proyek Rp 2,7 T Dibatalkan

Hardani Triyoga - detikNews
Kamis, 27 Agu 2015 14:36 WIB
Emil Salim Cs Temui Pimpinan DPR, Minta 7 Proyek Rp 2,7 T Dibatalkan
Foto: Hardani Triyoga
Jakarta - Sejumlah tokoh dan budayawan yang tergabung dalam Paguyuban Punakawan hari ini menemui pimpinan DPR. Salah satu persoalan yang disinggung antara lain permintaan agar 7 proyek DPR yang menjadi polemik dikaji kembali.

Tokoh yang hadir di antaranya pendiri MURI Jaya Suprana, Pakar Hukum Mahfud Md, Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault, ahli ekonomi yang juga tokoh lingkungan hidup Emil Salim serta aktivis sosial Romo Benny Susetyo.

Para tokoh yang hadir ini diberikan kesempatan untuk mengutarakan pendapatnya. Giliran Emil Salim, cendekiawan tersebut berharap DPR sebagai tiang demokrasi bisa mengkaji kembali proyek tersebut karena dinilai masih ada prioritas lain yang harus dikerjakan DPR.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kenapa 7 proyek DPR sekarang jadi mercusuar? 7 Proyek DPR tapi tidak bisa dipakai untuk meningkatkan kualitas. Sekarang yang dibutuhkan oleh DPR adalah kualitas intelektual. Saya kira usulan pembangunan itu menyinggung hati nurani masyarakat kecil. Sebaiknya ditunda," tutur Emil di ruang tamu pimpinan DPR, lantai 3, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2015).

Kemudian, Emil juga mengkritisi program pemerintah yang terkesan tak memperhatikan pembangunan di beberapa daerah. Pasalnya, pemerintah lebih menitikberatkan program pembangunan ground breaking kereta super cepat Jakarta-Bandung.

"Sebaliknya pemerintah di tengah-tengah ketimpangan 80 desa butuh all transportasi, tapi mau membangun Jakarta-Bandung yang 30 menit. Mana sense of urgency-nya? Mana yang urgen di DPR dan pemerintah, kita menghadapi kriris yang serius. Krisis ini itu akan masih berlanjut," sebutnya.

Hal senada dikatakan Romo Benny. Aktivis itu meminta proyek tujuh DPR ini ditunda. Mestinya sebagai penyambung aspirasi rakyat, DPR harus melihat persoalan yang lebih menjadi kepentingan rakyat. Romo pun menyarankan agar DPR memprioritaskan pengawasan program dana desa.

"Kita tunda dulu proyek itu. Lebih baik fokus di program dana desa. Ini bagus untuk dukungan masyarakat. Maka kita harus belajar krisis ini menjadi momentum kita untuk belajar," sebut Romo.

Merespons Paguyuban Punakawan, Ketua DPR Setya Novanto mengatakan pihaknya akan menerima dan memperhatikan masukan dari Emil Salim dan Romo Benny.

"Kita akan evaluasi-evaluasi, tujuh royek itu hanya program jangka panjang. Tentu kita perhatikan, evaluasi. Seperti pembangunan museum ini kan tahapan-tahapan sesuatu yang harus diperhatikan. Itu akan kita perhatikan sekali," tutur Novanto.

Tak semua personel Paguyuban Punakawan yang datang mempermasalahkan 7 proyek DPR, ada juga yang membahas persoalan perlunya revisi Undang-Undang Perkawinan, pendidikan, sampai surat edaran Presiden Jokowi kepada kepala daerah.

(hty/tor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads