Kereta magnet merupakan kereta yang khusus melayani perjalanan penumpang yang hendak menuju BandaraPudongInternationalAirport. Stasiun keberangkatan sendiri berada diLongyangRoadStation,Shanghai.
![]() |
Kecepatan kereta ini mencapai 301 kilometer per jam. Kereta dengan muka menyerupai kereta Shinkansen Jepang ini meluncur membelah Shanghai dengan di atas tiang pancang rel yang dibangun kokoh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
"Kereta magnet berangkat setiap 15 menit sekali," kata salah seorang pemandu lokal, Zhuzhu (29), saat berbincang dengan detikcom.
Kereta hanya memiliki dua kelas, yaitu VIP dan ekonomi. Kelas eksekutif VIP hanya di desain dua tempat duduk untuk kiri dan kanannya. Sementara kelas ekonomi kiri dan kanannya masing-masing memiliki tiga kursi. Untuk harga tiket sekali jalan, memang lebih mahal ketimbang kereta cepat CRH.
Misalnya saja, untuk rute Beijing-Tianjin yang berjarak 160-an kilometer atau setara rute kereta api Jakarta-Bandung, saya merogoh kocek sebesar Β₯54,5 atau seharga Rp119.900 dalam kurs Rp2.200 per Yuan.
Sementara untuk kereta magnet Shanghai, saya harus merogoh kocek lebih dalam lagi, yaitu senilai Β₯60 atau Rp132 ribu.
Ketepatan waktu adalah hal yang tidak bisa ditawar-tawar dalam pelayanan transportasi massal di China. Soal disiplin dan ketepatan waktu inilah yang menjadi prioritas pelayanan kereta cepat di China.
![]() |
Saat ini, selain melayani rute ke bandara internasional di Shanghai, kereta magnet juga menjadi magnet para wisatawan yang hendak mencoba perjalanan cepat. "Banyak orang yang datang ke Shanghai untuk mencoba kereta tercepat di dunia, kurang dari 10 menit sudah sampai," kata Zhuzhu.
Lalu, bagaimana Indonesia, siapkah kita meniru China dalam berkereta api? (ahy/ega)













































