Ketua Panitia Daerah Munas ke-9 MUI KH Abdussomad Bukhori menegaskan, ditunjuknya Surabaya sebagai tempat munas tidak ada kaitannya dengan Muktamar ke 33 Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
"Nggak ada hubungannya dengan Muktamar NU. Memang pusat membuat kebijakan perlu (munas) di daerah," kata KH Abdussomad Bukhori di Hotel Garden Palace Surabaya, Senin (24/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
KH Abdussomad yang juga Ketua MUI Jawa Timur menerangkan, persiapan Munas ke 9 MUI hanya sekitar 2 bulan. Jatim ditunjuk sebagai tuan rumah pada 23 Juni 2015.
"Ini dananya gotong royong. APBD (Jatim) nggak bisa, karena PAK nggak bisa cair karena lebih dulu pelaksanaannya. Sedangkan PAK carinya Oktober. Sekarang nggak boleh dilakukan (pelaksanaan) baru cair," tuturnya.
Munas ke-9 (MUI) yang dihadiri sekitar 550 peserta se Indonesia ini diperkirakan menelan biaya sekitar Rp 1,5 miliar. Gubernur Jatim Soekarwo pada prinsipnya menyetujui dan sanggup mebiayai 100 persen.
"Pak Gubernur sudah menyatakan, beliau meng-acc akan dibiayai 100 persen dengan dana APBD dengan PAK. Tapi karena pelaksanaannya Agustus sehingga tidak bisa, karena dana PAK cair Oktober. Jadi (gubernur) bukan karena tidak mendukung, tapi memang aturannya tidak boleh," paparnya.
Terkait bantuan dari APBN, KH Abdussomad mengaku tidak mengetahuinya. Menurutnya, mungkin APBN dananya untuk MUI pusat.
"Kan ini panitianya ada 2, SC dan OC dari pusat. Saya sebagai ketua panitia lokal sebagai tuan rumah, tapi biaya semua dari lokal seperti akomodasi, konsumsi, transportasi lokal, Jatim yang membiayai. Adapun (peserta) naik pesawat, itu mungkin dari pusat," tandasnya. (roi/try)











































