Asap Mulai Masuk Palembang
Jumat, 25 Feb 2005 17:34 WIB
Palembang - Kabut asap yang menyelimuti Riau mulai merembet ke Palembang. Dalam dua hari ini, Palembang berkabut meskipun tidak hujan dan cuaca panas mulai menyengat."Soal kabut asap itu memang kiriman dari Kepulauan Riau," kata Kepala Stasiun Badan Meteorologi dan Geofisika Sultan Mahmud Badaruddin II Suyatim, kepada pers, di kantornya, Jalan Raya Palembang-Jambi, Jumat (25/2/2005).Suyatim menjelaskan, kondisi angin sekarang memang menuju ke tenggara dan selatan. "Artinya, bertiup ke sini, Sumsel. Makanya, kita merasakan asap tebal dan panas luar biasa ketika siang," jelasnya.Apalagi, sambung Suyatim, tahun ini diperkirakan para ahli adalah tahun yang lebih panas dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya selama sepuluh tahun terakhir. Kondisi itu bisa diperparah dengan kebiasaan warga yang melakukan pembakaran hutan atau alang-alang."Seperti tahun sebelumnya titik api atau hot spot Sumsel cukup banyak," terangnya.Nah, diperkirakan kondisi kabut asap tersebut bisa dialami Sumsel pada Juli-Agustus, saat indeks kekeringan mencapai puncaknya. Karena itulah sejak kini kondisi itu harus dicegah dengan mengurangi pembakaran.Namun, tambah Suyatim, saat ini warga Sumsel masih harus lebih berkonsentrasi dengan kondisi curah hujan yang akan meningkat lagi pada Maret mendatang. "Meskipun kabut asap sudah mulai ada sedikit, masyarakat masih harus mengkhawatirkan dampak dari hujan. Sebab, Maret justru puncak tingginya curah hujan."Dikatakan, sekarang curah hujan di Palembang intensitasnya 150 mm. Dan curah hujan itu diperkirakan masih akan mengalami peningkatan pada Maret mendatang, bisa mencapai 350 mm.Di Riau sendiri kondisi kabut asap sudah sangat memprihatinkan, sempat mencapai 1.000 Keeth Biram Drought Indeks (KBDI).
(nrl/)











































