Dari foto yang didapat detikcom dari kepolisian, wajah tersangka tampak jelas terekam CCTV. Dengan mengenakan kaus warna cokelat dilengkapi wig dan kacamata, wajah tersangka terdeteksi saat menggunakan kartu ATM palsu untuk membobol dana nasabah bank.
"Transaksinya di mesin ATM sekitar Apartemen Teluk Intan," ungkap Kanit IV Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Teuku Arsya Khadafi kepada detikcom, Minggu (23/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Total uang yang digunakan untuk membeli valas sekitar Rp 300 jutaan," imbuhnya.
Dari 7 korban yang melaporkan ke pihak bank, beberapa di antaranya berada di luar Jakarta. Salah satu korban bahkan belum pernah ke Jakarta. Itu sebabnya korban merasa heran ketika mengetahui saldo di rekeningnya berkurang dan digunakan untuk transaksi di Jakarta.
Komplotan ini diotaki oleh mantan napi berinisial E. E membeli data-data nasabah bank via website dengan menggunakan bitcoin, pada saat masih menjalani hukuman di LP. E sendiri baru bebas dari LP sekitar April 2015.
Kartu ATM palsu tersebut kemudian digunakan oleh komplotannya untuk membobol dana para nasabah. Total ada 27 kartu ATM berbagai bank di Indonesia yang berhasil disita polisi dari komplotan ini.Β (mei/Hbb)











































