Sekretaris Kabinet Pramono Anung membenarkan pihaknya menurunkan tulisan tersebut Alasannya agar tidak ada polemik.
"Supaya nggak ada polemik," ujar Pramono Anung di Istana Negara, Jakarta, Jumat (21/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan sebenarnya semangat di dalam tulisan itu saya termasuk yang setuju, bahkan sangat setuju," kata mantan wakil ketua DPR ini.
Meski begitu, Pram menyadari bahwa ada UU Kepolisian dan UU protokoler dan pengawalan lalu lintas yang mengatur hal itu. Maka agar tidak terjadi polemik, tulisan itu akhirnya ditarik.
"Bagaimana pun di dalam bagian saya, saya juga ingin mendapatkan masukan pandangan dari staf-staf saya," imbuhnya.
Situs Setkab sebelumnya mengeluarkan sejumlah pendapat soal kasus Elanto. Mereka menilai pria asal Yogya itu sudah benar dan ada kekeliruan yang dilakukan oleh konvoi moge. (Baca berita lengkapnya di sini)
Saat dikonfirmasi, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menegaskan, polisi punya kewenangan diskresi. (baca berita lengkapnya di sini). (ega/mad)











































