Naikkan Harga BBM, SBY Siap Tidak Populer

Naikkan Harga BBM, SBY Siap Tidak Populer

- detikNews
Jumat, 25 Feb 2005 10:58 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku dirinya siap tidak populer karena telah menaikkan harga BBM. Namun SBY berharap kenaikan BBM tidak menimbulkan gejolak yang berlebihan sehingga mengganggu momentum ekonomi dan politik yang sudah stabil. "Pemimpin harus rela untuk tidak populer. Masalah itu saya nomor dua tiga kan. Pengurangan subsidi yang besar dalam rangka kenaikan BBM itu untuk keadilan. Salah kalau saya ingin populer tapi ekonomi ambruk dan pilar-pilar bisnis jatuh," ujar SBY.Presiden SBY mengungkapkan hal itu didepan para pelaku pasar modal Indonesia saat membuka Indonesian Capital Market 2005 di JCC, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (25/2/2005).SBY mengaku kenaikan harga BBM kali ini sebelumnya sudah ditelaah dan dikaji secara mendalam oleh pemerintah. Ia menilai kenaikan harga BBM kali ini adalah kenaikan harga yang rasional. Namun demikian, pemerintah tetap memperhatikan rakyat kecil yakni dengan tidak menaikkan bahan bakar untuk rakyat kecil selain memberi kompensasi pendidikan, kesehatan dan kehidupan yang lebih baik untuk rakyat kecil."Pemerintah berharap pengurangan subsidi tidak menimbulkan gejolak yagn berlebihan. Kalau ada demo, itu saya anggap wajar dalam negara demokrasi. Yang penting jangan sampai mengganggu momentum perekonomian dan politik kita," kata SBY.Kenaikan BBM itu, lanjut SBY dilakukan untuk penyesuaian APBN karena dalam APBN 2005 harga BBM yang dibuat bersama DPR jauh dibawah harga saat ini, dimana saat itu subsidi BBM hanya Rp 19 triliun. Namun dengan naiknya harga minyak dunia, kata SBY, maka subsidinya menjadi berlipat-lipat. SBY menambahkan, sebelum dilaksanakan kenaikan harga BBM, pemerintah telah memberikan informasi dan sosialisasi jauh-jauh hari. "Jadi kalau ada demo, itu wajar, sepanjang tidak berlebihan," demikian SBY. (qom/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads