Habibie: Diaspora Harus Unggul di Tempatnya Masing-masing

Habibie: Diaspora Harus Unggul di Tempatnya Masing-masing

Mulya Nur Bilkis - detikNews
Kamis, 13 Agu 2015 13:20 WIB
Habibie: Diaspora Harus Unggul di Tempatnya Masing-masing
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Presiden RI ke 3, BJ Habibie menghadir kongres Diaspora Indonesia ke 3 di Indonesia. Berpengalaman tinggal puluhan tahun di Jerman, ia mengharapkan orang-orang Indonesia yang bekerja di luar negeri unggul di tempat kerjanya.

"Diaspora harus jadi unggul di tempatnya masing-masing. Dulu saya nggak mau dikacungi," kata Habibie dalam diskusi di gedung Bidakara, Jl Gatot Subroto, Jaksel, Rabu (13/8/2015).

Ia mengatakan orang-orang Indonesia yang bekerja di luar negeri harus unggul dengan prestasi yang nyata, bukan berpolemik. Diaspora yang menjadi wadah orang-orang Indonesia yang tinggal di luar negeri haruslah menjadi tempat orang-orang yang memiliki visi membangun Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau bukan anda yang bangun bangsa, siapa lagi?Β  Diaspora nggak perlu kapal terbang tapi apa saja yang menghasilkan produk yang berguna untuk Indonesia," sambungnya.

Ia bercerita tentang pengalamannya bekerja di perusahaan penerbangan Messerschmitt-Bolkow-Blohm di Hamburg, Jerman. Ia mencapai puncak kariernya sebagai wakil presiden bidang teknologi. Namun, ia meninggalkan posisi itu saat Presiden Soeharto memanggilnya pulang ke Indonesia untuk membangun industri penerbangan Indonesia.

Menurutnya, Indonesia harus mengembangkan pembangunan yang fokusnya ada pada pengembangan sumber daya manusia. Hal ini karena negara-negara besar seperti Jepang dan negara-negara di Eropa membangun negaranya dengan mengembangkan SDM meski dengan sumber daya alam yang terbatas.

Ia menilai, saat ini Indonesia masih fokus pada 'masa kini' dan bukan 'masa depan'. Hal lainnya, ia melihat ada rasa ego para pemimpin yang tak jarang membongkar karya pendahulunya hanya untuk membuat karya miliknya.

"Saya menciptakan pesawat untuk Indonesia 25 tahun atau 50 tahun mendatang. Jangan baru 5 tahun sudah dibubarkan dengan alasan saya ingin buat jejak sendiri, no way," tegasnya


(bil/faj)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads