45 Warga Bangil Kena Cikunguya

45 Warga Bangil Kena Cikunguya

- detikNews
Kamis, 24 Feb 2005 18:17 WIB
Bangil - Sedikitnya 45 warga Dusun Kalisari Kel Kalianyar, Bangil, Pasuruan terserang penyakit cikunguya yang disebabkan oleh gigitan nyamuk aides acbolpictus.Cikunguya ini mulai melanda warga sejak Selasa (15/2) lalu. mereka yang diserang penyakit mengalami kelumpuhan. Ke-45 warga desa yang terkena cikunguya terdiri dari anak-anak dan orang tua.Seorang warga bernama Suwali mengaku menderita cikunguya sejak 3 hari lalu. Kakinya pun sukar digerakkan."Yang terkena penyakit ini pertama kali adalah anak saya. Lalu saya juga kena. Kaki saya terasa lumpuh sejak 3 hari lalu. Sebelum lumpuh badan saya terasa panas dingin disertai bintik-bintik merah yang keluar di sekujur tubuh," ungkap Suwali.Penyakit yang menyerang warga Kalianyar merupakan yang pertama kalinya. Untuk meminimalisasi penyebaran, petugas Puskesmas Kaci, Bangil tiap hari mendatangi warga untuk memberikan pengobatan dini.Dokter Puskesmas Kaci, dr.Alief Yudo Astuti ketika ditemui di rumah salah seorang warga mengatakan, sampai hari ini warga yang terkena penyakit cikunguya sudah menurun jumlahnya. "Kami tiap hari datang ke Kelurahan Kalianyar untuk mengecek kondisi kesehatan serta memberikan pengobatan kepada masyarakat yang mulai terkena penyakit tersebut. Bahkan beberapa hari lalu petugas kesehatan sudah melakukan fogging untuk mencegah penyakit tersebut menyebar," katanya."Penyakit cikunguya ini diakibatkan gigitan nyamuk aides acbolpictus. reaksi setelah terkena penyakit ini adalah badan teras panas dingin, setelah itu keluar bintik-bintik merah di badan. Kemudian baru kaki dan tangan sulit digerakan seperti terasa lumpuh dalam beberapa hari," urainya. Nyamuk penyebab cikunguya hidup di air yang jernih dan tenang.Penyakit cikunguya pertama kali melanda Jawa timur pada 4 Maret 2003 lalu. Sedikitnya 700 warga di beberapa kabupaten di Jatim, seperti Jember, Mojokerto, Jombang, Magetan dan Madiun jadi pasien. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads