Reshuffle dilakukan untuk mengoptimalkan kinerja pemerintahan. Politikus PDIP Masinton Pasaribu menilai pergantian menteri masih bisa dilakukan kapan saja sesuai kebutuhan presiden untuk mengoptimalkan kinerja kementerian.
Masinton yang selama ini kritis ke Seskab Andi Widjajanto dan Menteri BUMN Rini Soemarno mengapresiasi ditunjuknya Pramono Anung untuk menggantikan Andi. Pengalaman Pramono yang pernah menjadi Sekjen PDIP hingga Wakil Ketua DPR dianggap bisa memperlancar komunikasi antar lembaga.
"Presiden sudah menempatkan orang yang tepat di posisi yang tepat. Pramono sudah berpengalaman," kata Masinton saat dihubungi, Rabu (12/8/2015).
Terkait posisi Menteri BUMN yang masih dipegang oleh Rini Soemarno, Masinton mengatakan bahwa Jokowi sudah memberikan peringatan ke sektor BUMN. Oleh sebab itu, Rini disarankan mulai berbenah.
"Kalau warning ini tidak diperhatikan oleh menteri BUMN, tentu bisa saja diganti kapan saja. Dulu, Pak SBY dalam 10 tahun ada 5 kali pergantian menteri," ujar anggota Komisi III DPR ini.
Perlukah reshuffle dilakukan lagi? Masinton menegaskan bahwa itu merupakan hak prerogatif presiden namun bisa saja hanya 1 menteri yang diganti dalam satu waktu.
"Tentu saja sesuai kebutuhan presiden dalam merotasi kabinet. Bisa saja ganti 1 atau 2 menteri saja. Tiap anggota kabinet harus siap dirotasi," ucap Masinton.
(imk/van)











































