Penderita Demam Berdarah di Sumsel Terus Bertambah
Kamis, 24 Feb 2005 16:27 WIB
Palembang - Penderita demam berdarah dengue (DBD) di Sumatera Selatan (Sumsel) terus bertambah, meskipun pengasapan atau fogging terus dilakukan. Diharapkan korban jiwa tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Kamis (24/2/2005) ini tercatat delapan penderita demam berdarah yang baru masuk ke sejumlah rumah sakit di Palembang. Lima orang di RSU Moehammad Hoesin, dua orang di RS Charitas dan satu orang di rumah sakit Siti Khodijah.Serangan demam berdarah di Sumsel, memang harus tetap diwaspadai, apalagi perkiraan puncak penyakit itu hingga Maret 2005.Bayangkan, dari Januari hingga Februari 2005, tercatat lima korban yang meninggal dunia akibat penyakit yang disebabkan nyamuk Aides Aegypty. Kelima korban yang meninggal dunia itu, 3 warga Palembang dan 2 orang dari Ogan Ilir, sementara korban keseluruhan sampai saat ini mencapai 314 orang.Dari 14 kabupaten dan kota, hanya Musi Banyuasin, Musirawas, Lubuklinggau, Lahat dan Pagaralam yang bebas dari serangan demam berdarah.Sebelumnya kepada pers, Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Selatan Chairil Zaman, mengatakan dari tahun 2000-2004, penderita demam berdarah pada bulan Januari rata-rata 304 orang, sedangkan saat ini baru 314 orang.Bahkan, bila dibandingkan tahun 2000, penderita demam berdarah di Sumsel menurun. Pada tahun itu tercatat 1.884 penderita demam berdarah dan sebanyak 27 penderita meninggal dunia.Tahun 2001, penderita mencapai 10.30 orang dan 23 penderita meninggal dunia. Lalu, tahun 2002 sebanyak 1.406 terserang demam berdarah dan 25 orang meninggal dunia.Pada tahun 2003 terdapat 1.511 kasus, dan yang meninggal dunia mencapai 31 orang. Sedangkan tahun 2004, penderita menurun menjadi 1.270 orang dan yang meninggal dunia hanya 16 orang.
(nrl/)











































