"Program ini akan disebar di seluruh wilayah di Indonesia, yaitu di 102 kabupaten dan 183 kecamatan," ujar Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (11/8/2015)
Menurut Marwan, program PKKPM ini akan mendorong peran aktif pemerintah daerah dan memperkuat koordinasi lintas pemangku kepentingan yang terkait dalam kegiatan-kegiatan pengentasan kemiskinan. Tujuannya yang diharapkan memperoleh by name by address masyarakat miskin berdasarkan indeks kemiskinan wilayah (IKW).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Marwan menegaskan, pihaknya akan bekerja keras dalam mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat perdesaan, khususnya rumah tangga miskin melalui tiga strategi penanggulangan kemiskinan. Pertama pengembangan sistemm perlindungan sosial yang menyeluruh dan terintegrasi. Kedua, pemenuhan pelayanan dasar bagi penduduk miskin dan rentan. Ketiga, pengembangan penghidupan secara berkelanjutan.
Tiga strategi tersebut, lanjut Marwan, akan diimplementasikan melalui kebijakan Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi diantaranya dengan memprioritaskan pembangunan desa yang meliputi pemenuhan kebutuhan dasar desa, sarana dan prasarana desa, pengembangan ekonomi lokal desa, pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan secara berkelanjutan.
"Tentunya program ini juga harus mendapatkan dukungan di tingkat lokal, regional, dan nasional dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan," imbuhnya.
Sebagai informasi, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) periode Maret 2014-September 2014, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan turun sebanyak 0,15 juta orang (dari 10,51 juta orang pada Maret 2014 menjadi 10,36 juta orang pada September 2014). Sementara di daerah pedesaan turun sebanyak 0,40 juta orang (dari 17,77 juta orang pada Maret 2014 menjadi 17,37 juta orang pada September 2014).
Persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada Maret 2014 sebesar 8,34 persen, turun menjadi 8,16 persen pada September 2014. Sementara persentase penduduk miskin di daerah perdesaan turun dari 14,17 persen pada Maret 2014, menjadi 13,76 persen pada September 2014.
(zal/dhn)










































