Pemerintah Keukeuh Naikkan BBM
Kamis, 24 Feb 2005 16:03 WIB
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan pemerintah tetap akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Mengenai jumlah dan waktunya ditentukan presiden.Hal ini disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla usai menghadiri acara penutupan bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional tahun 2005 dan penyerahan penghargaan manajemen K3 di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat,Kamis (24/2/2005).Turut hadir Menteri Dalam Negeri M Ma'ruf, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Fahmi Idris dan Menteri Perindustrian Andung Nitiharja."Kita sangat menghormati pandangan-pandangan DPR. Tetapi, pemerintah menjalankan aturan UU yang dibuat DPR yaitu APBN 2005. Kita mengatakan bahwa subsidi kita Rp 19 triliun itu UU. Kita tidak bisa mencapai itu karena tanpa kenaikan bisa mencapai hampir Rp 100 triliun. Itu tinggi sekali jauh daripada UU. Karena itu, kita mencoba dengan mendekatkan dengan UU yaitu mungkin Rp 35 triliun. Jadi sama-sama memuat aturan-aturan yang dibuat oleh DPR itu saja," ungkap Kalla.Menurutnya, harga BBM tetap naik mendekati UU yang dibuat DPR. "Tunggu saja keputusan presiden karena presiden yang menentukan jumlahnya dan tanggalnya. Ya nantilah," kata dia.Ketika ditanya kenaikan harga BBM mengganggu citra SBY-JK, Kalla membantahnya."Kita akan lebih sulit lagi apabila pemerintah tidak bisa melaksanakan dengan baik masalah kesehatan, pendidikan apabila dana kurang," tandasnya.Lebih lanjut, kata dia, naiknya harga-harga di pasaran bukan karena kenaikan BBM."Ada beberapa harga naik tetapi bukan karena BBM seperti gula karena harga gula di dunia naik bukan karena BBM sama sekali. Sayuran juga naik karena musim hujan," ujar Kalla. Bagimana dengan dana konpensasi BBM Rp 10 triliun?"Tergantung berapa naiknya kalau naiknya sekian maka naiknya sekian," demikian Kalla.
(aan/)










































