Karena Asap, Dinkes Riau Rekomendasikan TK & SD Libur

Karena Asap, Dinkes Riau Rekomendasikan TK & SD Libur

- detikNews
Kamis, 24 Feb 2005 15:56 WIB
Pekanbaru - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Riau merekomendasikan agar sekolah TK dan SD di Pekanbaru untuk segera diliburkan. Ini sehubungan dengan kondisi asap tebal yang kian parah akibat pembakaran lahan dan hutan di Provinsi Riau. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Ekmal Rusdi, mengungkapkan hal itu kepada wartawan, di sela-sela pembagian masker di sekolah SD 020, Kecamatan Sail, Jl Pattimura, Gobah, Pekanbaru, Kamis (24/2/2005). Menurut Ekmal, dengan kondisi asap tebal yang sudah melebihi ambang batas untuk kesehatan itu, pihaknya merekomendasikan agar seluruh sekolah dari tingkta TK dan SD segera diliburkan. Rekomendasi itu ditujukan kepada Gubernur Riau, Rusli Zainal, untuk mengambil langkah secepat mungkin."Kita akan merekomendasikan kepada Gubernur Riau untuk segara meliburkan sekolah TK dan SD di Pekanbaru ini. Karena saat ini kondisi asap kian parah dan untuk kesehatan sangat rentan bagi anak-anak," kata Ekmal. Menurut Ekmal, sejauh ini pihaknya hanya merekomendasikan untuk sekolah TK dan SD. Hal itu mengingat anak-anak setingkat TK dan SD merupakan yang paling rentan akan berbagai penyakit yang ditimbulkan oleh kabut asap. "Untuk tahap awal ini, kita hanya merekomendasikan siswa yang libur hanya untuk TK dan SD. Selanjutnya untuk tingkat SMP dan SMU kita menunggu perkembangan kondisi udara," kata Ekmal.Dengan kondisi asap tebal yang menylimuti kota Pekanbaru dengan jarak pandang terbatas di bawah 500 meter itu, masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah atau di luar gedung. Kalau pun mesti terpaksa untuk melakukan aktivitas luar, diimbau untuk mengenakan masker."Kondisi udara kita saat ini sangat tidak sehat. Karena itu masyarakat diminta untuk tidak terlalu banyak beraktivitas di luar rumah. Terutama lagi bagi balita yang sangat rentan terhadap penyakit," kata Ekmal.PusingDinkes membagikan 5000 masker ke sejumlah SD di Pekanbaru. Salah satunya adalah SD 020 di Jl Pattimura Pekanbaru yang berjumlah 240 siswa. Para siswa yang tengah belajar di dalam kelas diberikan masker sebagai pengaman dari partikel debu pembakaran lahan dan hutan di Riau.Menurut seorang guru di SD 020 itu, Syairah, sejak terjadinya kabut asap, para siswanya banyak yang merasa pusing. Hampir setiap hari ada 2 sampai 5 siswa yang mesti minta izin untuk tidak sekolah karena sakit. Sejauh ini pihak sekolah tidak berani mengambil langkah untuk meliburkan siswanya."Kita belum berani meliburkan siswa kita karena belum ada instruksi dari pemerintah setempat. Siswa kita banyak yang mengeluh saat belajar. Mereka mengaku merasa pusing-pusing dan sakit mata," kata Syairah. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads