Lokasi Strategis, Rusunawa Bagi Warga Kampung Pulo Tergolong Elite

Lokasi Strategis, Rusunawa Bagi Warga Kampung Pulo Tergolong Elite

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Jumat, 07 Agu 2015 21:32 WIB
Lokasi Strategis, Rusunawa Bagi Warga Kampung Pulo Tergolong Elite
Rusunawa Jatinegara (Foto: Grandyos Zafna/ detikcom)
Jakarta - Kurang enak apa menjadi warga Kampung Pulo yang disodori rusunawa 16 lantai yang terletak di dalam kota DKI Jakarta. Namun entah kenapa masih banyak yang enggan pindah dan memilih untuk bertahan di bantaran kali ciliwung.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama pernah mengatakan kalau rusun tersebut layak ditempati. Bahkan jika dilepas pasaran, satu hunian bisa laku Rp 400 juta.

"Bisa aja harganya segitu, karena dibanding di Rusunawa lainnya di sini banyak kelebihan," ujar Penanggung Jawab Lokasi Rusun, Sarkim, kepada wartawan, Jumat (7/8/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rusun tersebut memiliki 518 unit yang dibagi menjadi tower A dan tower B. Setidaknya terdapat 16 lantai yang dilengkapi dengan lima lift masing-masinhg tower, dan 1 lift barang.

Disamping itu unit yang disediakan bertipe 30 dengan dua unit kamar tidur, satu kamar mandi bershower, balkon dan satu ruang multiguna untuk dapur dan ruang tamu. Meski tidak mendapatkan fasilitas seperti tv atau lemari, setiap unit telah terpasang exhaust fan.

"Udah gitu banyak ruang publik, seperti di lantai 2 yang sekarang berfungsi sebagai mesjid, dapat digunakan sebagai ruang serba guna. Sementara di lantai satu terdapat PAUD. Kalau dibilang mewah dan elite mungkin karena letaknya yang strategis," paparnya.

Arsitektur gedung telah merancang bangunan itu begitu apik. Hingga dalam sisi keamanan pun diperhatikan dengan detail.

"Di sini sudah terpasang sensor asap dan sprinkler setiap unitnya, selain itu dilengkapi sejumlah CCTV lengkap dengan kemanaan 24 jam dan cleaning service jika ada keluhan," paparnya.

Selly salah satu penghuni rusun Jatinegara Barat telah menempati bangunan itu dua pekan. Ia merasa puas atas fasilitas yang diberika pemprov DKI Jakarta.

"Ya walapun tidak luas, setidaknya nggak perlu lagi banjir-banjiran," paparnya.

Tak banyak kekekurangan yang dikeluhkan oleh Selly. Ia hanya meminta agar pengelola melakukan sosialiasi terhadap penghuni rusun.

"Setidaknya ada informasi buat penghuni disini, jadi mereka tidak takut karena banyak orang tua yang parno dengan lift. Saya minta ada sosialiasi," paparnya.

Selly hanya satu dari ratusan warga penghuni Kampung Pulo yang bisa terbuka. Lantaran ada juga warga yang bertahan lantaran tak dapat ganti rugi.

"Saya sudah jelaskan ke warga tapi memang masih banyak yang keberatan, tadi ada perwakilan kecamatan datang serahkan SP3, warga kepinginnya itu lurah dan camat langsung biar mereka pada kenal sama warganya," papar Kamaludin ketua RW 02.

Ia menilai warga keberatan pindah bukan perihal ganti rugi. Akan tetapi sebagain besar mereka mencari nafkah dengan berdagang di pasar.

"Pemerintah nggak paham warga di sini pada berdagang di rumah itu yang bikin berat. Rencana pembongkaran yang dilakukan minggu depan kita masih nunggu kompensasi ganti rugi 25 persen seperti NJOP yang dijanjikan sebelumnya," tandasnya. (edo/gah)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads