"Tentang sikap hidup beberapa anggota DPR yang pragmatis hedonis itu pidato budaya saya di TIM tahun 2011. Jadi statement lama. Kan kritik konstruktif," kata Busyro dalam pesan singkatnya, Jumat (7/8/2015).
Busyro adalah mantan pimpinan KPK sekaligus calon pimpinan KPK periode mendatang. Dia akan mengikuti fit and proper test di DPR untuk menjadi pimpinan KPK periode 2015-2019. Sebelum ini, dia pernah mengabdi sebagai pimpinan (satu tahun sebagai ketua dan tiga tahun sebagai wakil) lembaga antikorupsi itu selama satu periode.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang jelas mereka sangat perlente, mobil dinas Crown Royal Saloon yang jauh lebih mewah dari mobil perdana menteri negeri tetangga. Mereka lebih mencerminkan politisi yang pragmatis-hedonis," ucap Busyro dalam pidatonya.
Nah, pernyataan Busyro itu disebut menjadi hal yang bakal menghambatnya dalam uji kelayakan kali ini. Mantan Ketum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menyebut fraksi-fraksi di DPR keberatan Busyro kembali lagi memimpin KPK.
"Saya buka saja di sini, saya sudah sounding ke fraksi-fraksi DPR. Agaknya mereka resisten ke Pak Busyro karena pernah mengkritik anggota DPR sebagai politisi pragmatis dan hedonis," kata Din di sela gelaran Muktamar Muhammadiyah di Balai Sidang Universitas Muhammadiyah Makassar, Jl Sultan Alauddin, Makassar, Sulsel, Jumat (7/8/2015).
Din mengungkap fraksi-fraksi DPR tak nyaman dengan keberadaan Busyro di KPK. Oleh karenanya, Din menyarankan Busyro bertahan di PP Muhammadiyah.
(faj/faj)










































