Tumpukan Sampah di Cimahi dan Bandung Menggunung

Tumpukan Sampah di Cimahi dan Bandung Menggunung

- detikNews
Kamis, 24 Feb 2005 10:17 WIB
Jakarta - Penutupan TPS Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat menyebabkan sampah di Kota Bandung dan Cimahi menumpuk. Pihak dinas kebersihan kebingungan membuang sampah setelah TPS Leuwigajah longsor dan ditutup."Saya bingung harus bagaimana membuang sampah-sampah itu," kata Awan Gumelar, Kepala Dinas Kebersihan Kota Bandung saat dihubungi detikcom, Kamis (24/2/2005).Penutupan TPS Leuwigajah, Cimahi dilakukan sejak hari Senin (21/2/2005) lalu setelah longsor. Longsornya sampah mengakibatkan 60 rumah tertimbun, lebih dari 50 orang tewas dan seratusan warga hilang belum ketahuan nasibnya.Akibat penutupan ini, selama 4 hari terakhir Dinas Kebersihan Bandung kebingungan membuang sampah yang mulai menumpuk. Tiap hari volume sampah di kota kembang ini mencapai 4000 meter kubik.Sementara ini, menurutnya, sampah yang berada di kota Bandung akan dikirim ke TPS Cilekong, Bandung Selatan. "Tapi volumenya sangat sedikit, sehingga banyak yang tidak terangkut," ujarnya. Dari pantauan detikcom di berbagai lokasi di Bandung dan Cimahi, banyak tumpukan sampah di berbagai tempat. Sebagai contoh di Jalan Ciroyom Bandung tumpukan sampah sampai setinggi 2 meter. Tampak ada 6 titik sampah belum terangkut.Tumpukan paling parah di Pasar Antri, Cimahi. Sampah pasar terus menumpuk karena tidak diambil. Kota Cimahi hanya mengandalkan TPS Leuwigajah, belum ada tempat alternatif lain. Dodo salah seorang petugas kebersihan Cimahi mengatakan jumlah sampah di Kota Cimahi mencapai 4500 meterkubik perhari.Sedangkan di Kabupaten Bandung, sampah sementara dikirim ke TPA Kampung Babakan, Arjasari, dan TPA Ciparai, Bandung Selatan. Setiap hari volume sampah di kabupaten Bandung mencapai 1200 meterkubik per hari. "Awan Gumelar mengatakan bahwa pengiriman sampah ke Cilekong terbatas, maksimal hanya bisa menampung selama satu tahun ke depan," tambah Gumelar. (jon/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads