"Terus terang saya masih shock setelah apa yang terjadi pada tanggal 3 Agustus lalu. Dampaknya masih ada sampai dengan sekarang. Saya masih perlu konsultasi dengan banyak orang dahulu," ungkap Dhimam saat dikonfirmasi detikcom, Kamis malam (6/8/2015).
Dhimam sudah mengetahui bahwa ada 'babak' perpanjangan waktu untuk dirinya kembali mendaftar. Tetapi dia masih belum bisa memastikan apakah antara hari Minggu (9/8) hingga Selasa (11/8) dirinya akan melangkah ke Kantor KPU.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rasa kecewa tentu tak bisa disembunyikan oleh pria yang sehari-hari aktif di KONI Surabaya ini. Terlebih ketika sempat mendengar kabar bahwa Pilkada di Surabaya terancam ditunda karena dia bersama pasangannya, Haries Purwoko, batal mendaftar. (Baca juga: Ini Dalih Haries 'Menghilang' dari KPU yang Berujung Penundaan Pilkada Surabaya)
"Ya kecewa, tetapi bukan kecewa karena batal atau tidaknya, tetapi lebih kepada kesempatan yang sudah di depan mata kemudian dilepas di luar kendali saya. Kalau memang ditunda ya saya ikut prosedur saja," kata dia.
Sebelumnya pada Senin (3/8), saat waktu pendaftaran terakhir untuk Pilkada itu sebetulnya Dhimam bersama Haries yang diusung PAN dan PD sudah hadir di kantor KPU. Tetapi mendadak Haries menghilang dan tak dapat dikonfirmasi hingga keesokan paginya. Pendaftaran pun dibatalkan karena persyaratan tidak lengkap. (bag/ahy)











































