9 PSK Asal China Diamankan di Medan, Diduga Korban Perdagangan Orang

9 PSK Asal China Diamankan di Medan, Diduga Korban Perdagangan Orang

Jefris Santama - detikNews
Kamis, 06 Agu 2015 19:00 WIB
9 PSK Asal China Diamankan di Medan, Diduga Korban Perdagangan Orang
Ilustrasi/ foto: Hasan Alhabshy
Medan - Satuan Tugas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) atau human trafficking mengamankan sembilan perempuan asal China yang dipekerjakan sebagai pekerja seks komersil. Selain itu, turut juga diamankan 20 perempuan Indonesia.

Penggerebekan dilakukan Satgas TPPO Bareskrim Polri dengan dibantu Polda Sumatera Utara, Kamis (6/8/2015) sekitar pukul 24.00 WIB. Lokasi yang disasar petugas adalah Capitol Building, Jl Putri Hijau No 1a, Medan.

"Telah diamankan 9 WNA yang berasal dari China dan 20 WNI yang diduga dipekerjakan sebagai pekerja seks bermoduskan sebagai menemani tamu di karaoke," kata Kepala Satgas TPPO AKBP Arie Dharmanto, dalam pesan singkat yang diterima detikcom, Kamis (6/8/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beberapa barang bukti diamankan dari lokasi penggerebekan. Yaitu, uang sebesar Rp 4 juta, kwitansi pembayaran, kondom, 2 unit printer kasir, 2 unit komputer kasir.

Selanjutnya, polisi akan memeriksa para korban sebagai saksi guna proses penyelidikan dan penyidikan aparat.

Para korban nantinya akan dibawa ke Mabes Polri untuk didata dan diserahkan ke safe house guna menunggu pemulangan.

"Untuk para warga negara asing akan berkoordinasi dengan imigrasi terkait deportasi terhadap WNA yang tidak memiliki dokumen," kata Arie.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Utara Kombes Helfi Assegaf mengatakan, sebanyak 20 personel Polda Sumut dikerahkan dalam penggerebekan tersebut.

Sekitar pukul 13.00 WIB tadi, personel kepolisian mendatangi sebuah kos-kosan yang ada di kawasan Jl Putri Hijau Medan. Kosan tersebut diduga menjadi tempat tinggal para WNA yang dijadikan PSK.

"Siang tadi, personel kepolisian menuju kos-kosan untuk mengambil pakaian WNA yang diamankan. Untuk selanjutnya, penyidikan ditangani Bareskrim," ujarnya. (ahy/ahy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads