Namun, sebelum adanya kabar menyedihkan ini, tim Subdit Jatanras Polda Metro bersama ibu korban, melakukan pencarian Rian ke beberapa temannya. Termasuk ke teman dekatnya, Andy, yang diingat ibunda korban bekerja di sebuah perusahaan alat kesehatan di Jatibening, Bekasi.
"Ibu korban pernah bertemu dengan Andy di kontrakan Rian di Depok, jadi tahu kalau Andy kerja di situ," ungkap Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Herry Heryawan kepada detikcom, Kamis (6/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lalu kami ke rumah Andy. Dan ternyata Andy ada di situ. Di situ dia tinggal bersama istri dan anaknya," imbuhnya.
Ibu korban sempat cekcok dengan Andy dan istrinya. Penyebabnya, karena ada mobil korban di rumah Andy. Andy saat itu mengaku tidak tahu keberadaan Rian. Kepada ibu korban, Andy mengaku menguasai mobil itu setelah Rian menyerahkannya kepada Andy karena utang-piutang.
"Kemudian kita cek ke showroom di mana mobil itu dijual, di Depok. Di situ diketahui bahwa mobil Honda Mobilio B 1277 EOA diambil BPKB-nya oleh Andy setelah mendapatkan kuasa dari Rian dan ada tanda tangan Rian," imbuhnya.
Polisi kemudian mengecek keaslian tandatangan pada surat kuasa itu. Hasil labfor keluar pada 28 Mei 2015. Diketahui tandatangan dipalsukan. Hasil labfor menunjukkan bahwa tanda tangan tersebuut merupakan jiplakan hasil pemindai.
"Andy pun kita perkarakan dengan kasus pemalsuan tandatangan," ungkapnya.
Andy lalu ditangkap atas kasus pemalsuan pada tanggal 9 Juli 2015. Dengan adanya fakta pemalsuan tanda tangan dan mobil korban yang dikuasai tersangka, polisi berkeyakinan kuat Andy ada hubungannya dengan hilangnya Rian. Polisi juga punya dugaan, Rian sudah tidak bernyawa.
"Selama proses pemeriksaan, tersangka masih terus mengaku bahwa dia tidak tahu di mana Rian. Padahal sangat jelas, surat kuasa dibuat pada tanggal 15 Februari 2015, sementara Rian sudah hilang sejak November 2014. Jadi bagaimana mungkin Rian bisa memberikan surat kuasa itu kepada tersangka," paparnya.
Hingga akhirnya, ibunda korban melakukan pendekatan kepada Andy agar Andy mau buka mulut soal Rian.
"Kami saat itu memberikan kesempatan kepada ibunda korban untuk bicara hati ke hati dengan Andy, empat mata saja di ruang tahanan. Akhirnya, Andy mengaku kepada ibu korban bahwa Rian telah dia bunuh," tambahnya.
Mendengar hal itu, ibunda Ryan kaget bukan kepalang. Ia lalu mendesak Andy untuk mengungkap di mana Rian dibunuh.
Baa juga: Kronologi Hilangnya Asisten Cantik Rian Hingga Akhirnya Diketahui Tewas
"Setelah ada pengakuan itu kepada ibu korban, tersangka juga akhirnya mengaku kepada kami dan mengungkapkan semua, termasuk di mana Rian di bunuh yaitu di Hotel Cipaganti, Jl Raya Cipanas, Tarogong, Garut, pada tanggal 30 Oktober 2015 lalu," jelasnya.
Polisi pun segera mengkroscek keterangan Rian ini ke Polres Garut. Polres Garut pun mengaku menerima adanya laporan penemuan mayat di hotel tersebut, pada tanggal 31 Oktober 2014. (mei/mad)











































